RILIS INDONESIA.Com, Lampung – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Selatan Bersatu menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD dan Pemkab Lampung Selatan, Senin (1/9/2025). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan 11 poin tuntutan, yang terdiri dari delapan isu nasional dan tiga isu lokal. Aksi berlangsung tertib dan diwarnai dialog terbuka dengan DPRD serta Bupati Lampung Selatan.
“Ketua HMI Lampung Selatan, Sandi Afrizal, memimpin pembacaan tuntutan dan meminta Ketua DPRD Lampung Selatan, Erma Yusneli, menandatangani dokumen sebagai bentuk komitmen legislatif.
“Namun, Erma memilih mempelajari isi tuntutan selama satu minggu, yang memicu sorakan kekecewaan dari mahasiswa.
“Situasi kemudian diredakan oleh Wakil Ketua DPRD Lampung Selatan, Merik Havit, S.H., M.H. Dengan tegas, ia menyatakan
“DPRD Lampung Selatan menyetujui seluruh tuntutan mahasiswa. Delapan di antaranya isu nasional, tiga lainnya isu daerah. Dua menjadi kewenangan DPRD, dan satu menjadi kewenangan Bupati. Terkait tuntutan ini, jangan kan tanda tangan, cap darah pun kami siap.”
Pernyataan Merik Havit langsung disambut tepuk tangan para mahasiswa. Ia menambahkan bahwa DPRD Lampung Selatan akan membuka ruang bagi mahasiswa dan organisasi kepemudaan dalam setiap agenda DPRD.
“Adapun delapan isu nasional yang diangkat mahasiswa antara lain percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset serta jaminan kebebasan demonstran di berbagai daerah. Sementara itu, tiga tuntutan lokal fokus pada peningkatan partisipasi publik dan pemuda dalam proses legislasi daerah, termasuk keterlibatan Organisasi Kepemudaan (OKP) dalam rapat paripurna maupun reses DPRD, serta penyediaan program beasiswa S1, S2, hingga S3 bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi.
“Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, memberikan jawaban yang menyejukkan. Ia menegaskan bahwa Pemkab telah menyiapkan anggaran beasiswa dalam APBD 2026.
“Untuk tahun ini, saya pribadi siap memberikan beasiswa kuliah S1 di Universitas Indonesia Mandiri (UIM). Siapa yang berminat, silakan tunjuk tangan,” ujarnya sambil tersenyum, yang disambut antusias mahasiswa.
Aksi ini juga dihadiri Forkopimda, termasuk Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri dan Dandim 0421/LS Letkol Kav Mochammad Nuril Ambiyah, S.H., M.I.P., serta sejumlah anggota DPRD. Kehadiran pejabat ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendengarkan aspirasi generasi muda.
Awalnya berlangsung dengan tensi tinggi, aksi damai berubah menjadi forum aspirasi produktif. Dialog terbuka menghadirkan suasana sejuk dan kondusif. Mahasiswa pun membubarkan diri secara tertib setelah seluruh tuntutan mendapatkan respons nyata.
Aksi ini menjadi contoh sinergi positif antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah daerah, sekaligus memperlihatkan semangat demokrasi yang sehat di Bumi Khagom Mufakat, Lampung Selatan.(Red)

