Pemkot Bandar Lampung Atasi Masalah Drainase di Jalan RE Martadinata

Mika Prathama A.Md
4 Menit Baca

RILIS INDONESIA.Com, Bandar Lampung – Pemkot Bandar Lampung bergerak cepat mengatasi masalah genangan menahun di kawasan Teluk Betung Timur. Sebuah plat deker yang ambles di ruas Jalan R.E. Martadinata resmi dibongkar untuk menormalisasi aliran air yang selama ini tersumbat dan membahayakan kawasan sekitarnya.

Langkah taktis ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, guna mempercepat pembenahan infrastruktur drainase yang kerap memicu genangan saat curah hujan tinggi.

Camat Teluk Betung Timur (TBT), Bambang, menjelaskan bahwa kerusakan plat deker tersebut telah menyebabkan air tidak bisa mengalir normal menuju sungai akibat penumpukan sedimentasi.

“Sesuai instruksi Walikota terkait perbaikan drainase, kami berinisiatif membongkar plat deker yang amblas dan melakukan pengangkatan sedimentasi. Alhamdulillah, setelah berkoordinasi dengan Satgas Kota, pembongkaran bisa dilakukan dan air kini dapat mengalir normal,” ujar Bambang, Senin (13/7/2026).

- Advertisement -

Bambang mengungkapkan fakta di lapangan bahwa sebelum dibongkar, sumbatan parah membuat air hanya bisa mengalir ke satu arah, yakni menumpuk menuju kawasan Gunung Pala.

Kondisi ini dinilai sangat berpotensi memperparah banjir saat hujan lebat. Namun, dengan dibongkarnya plat deker tersebut, aliran air saat hujan akhirnya bisa terbagi ke dua jalur sehingga menjadi jauh lebih lancar.

Dampak positif dari normalisasi ini langsung dirasakan oleh warga setempat. Agus, salah seorang pekerja bengkel di Jalan R.E. Martadinata, mengungkapkan bahwa sebelum adanya perbaikan dari pemerintah, kawasan tersebut selalu menjadi langganan banjir yang cukup parah setiap kali hujan deras turun. Menurutnya, luapan air bahkan kerap masuk hingga ke dalam area bengkel tempatnya bekerja dengan ketinggian mencapai hampir setengah meter.

“Sebelumnya banjir, Pak. Banjirnya sangat dalam. Bahkan bengkel sudah saya tinggikan lantainya masih masuk air hingga setengah meter,” ungkap Agus saat ditemui langsung di bengkelnya. Ia menceritakan bahwa kondisi genangan yang tinggi tersebut sudah sering kali terjadi dan sangat mengganggu aktivitas warga maupun pelaku usaha di sepanjang jalan tersebut.

Namun, sejak Pemkot Bandarlampung melakukan normalisasi drainase, Agus bersyukur wilayahnya sudah mulai terbebas dari genangan parah. Walaupun hujan besar kembali turun, kondisinya saat ini jauh lebih aman dan tidak lagi kebanjiran seperti dulu.

“Setelah drainase dibenarkan, ya mendinglah, enggak seberapa banjirnya,” kata Agus. Atas perubahan positif ini, ia menyampaikan apresiasinya kepada pihak pemerintah daerah. “Untuk Ibu Walikota, terima kasihlah sudah membenarkan irigasi di Jalan Martadinata,” pungkasnya.

Di lokasi yang sama, Tim Satuan Tugas (Satgas) Kota Bandar Lampung, Anthony Irawan, menyampaikan bahwa normalisasi di Jalan R.E. Martadinata ini telah digeber selama lima hari terakhir, terhitung sejak Rabu pekan lalu.

“Hari ini kami memfokuskan pembersihan drainase sepanjang kurang lebih 300 meter, mulai dari Jembatan R.E. Martadinata hingga kawasan permukiman dan tempat usaha warga. Saluran yang dibersihkan mengalami penyumbatan akibat sedimentasi sehingga perlu dinormalisasi agar aliran air kembali lancar,” ungkap Anthony.

Menurutnya, pengerjaan di Teluk Betung Timur hanyalah satu dari rangkaian panjang upaya Pemkot dalam memerangi banjir. Hingga saat ini, Satgas telah menyisir dan membersihkan saluran air di sebagian besar dari 20 kecamatan di wilayah Kota Bandar Lampung.

“Pemerintah Kota berharap normalisasi drainase yang dilakukan secara berkelanjutan dan bertahap ini mampu meminimalkan risiko banjir. Prioritas kami adalah lokasi-lokasi yang sering mengalami genangan maupun penyumbatan saluran air, agar dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, khususnya saat curah hujan tinggi,” tutup Anthony. (**)

Total Views: 0
Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *