Digunakan Jaringan Narkoba, Wajah Haaland Tercetak di Kemasan Kokain

Redaksi MRI
Oleh
3 Menit Baca

RILIS INDONESIA.Com – Ekuador, – Wajah Erling Haaland masih digunakan di banyak tempat setelah penampilannya bersama Norwegia di Piala Dunia 2026.

Namun, tidak semua penggunaan wajah Erling yang digunakan dengan baik. Dietahui wajah Erling digunakan untuk ratusan paket kokain yang disita dari sebuah truk.

Paket-paket tersebut ditemukan dalam penggerebekan di dekat perbatasan Ekuador-Kolombia pada Rabu (12/8/2026).

CNN melaporkan, polisi menyita sekitar 469 kilogram kokain dalam operasi tersebut dan menangkap pengemudi truk.

- Advertisement -

Petugas menemukan 370 paket yang disembunyikan di ruang khusus pada bagian bawah kendaraan. Rekaman yang dirilis kepolisian memperlihatkan paket-paket berwarna hijau dikeluarkan dari ruang tersembunyi tersebut, dengan gambar Haaland terlihat pada bagian kemasan.

Pengemudi yang ditangkap tidak memberikan penjelasan mengenai alasan penggunaan gambar pesepak bola Norwegia tersebut.

Namun, penggunaan wajah atau nama tokoh terkenal pada kemasan narkoba bukan hal baru. Jaringan pengedar diketahui kerap menggunakan simbol atau gambar selebritas dan atlet untuk menandai asal produksi, kelompok kriminal yang terlibat, atau tujuan pengiriman.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan anonim yang diterima agen antinarkotika pada Selasa (11/8) pagi. Petugas kemudian melakukan pemantauan di Jalan Raya Pan-Amerika dan mencurigai sebuah truk yang melintas.

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan ruang tersembunyi di bagian bawah kendaraan yang digunakan untuk menyimpan ratusan paket kokain.

Bukan hanya Haaland

Haaland bukan satu-satunya pesepak bola yang wajahnya ditemukan pada kemasan narkoba. Gambar Lionel Messi juga pernah digunakan pada paket narkotika yang disita aparat Ekuador.

Popularitas Haaland sendiri melonjak setelah ia tampil impresif di Piala Dunia 2026 yang digelar di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada. Penampilannya, ditambah perawakan khas dan tingkahnya yang kerap mengundang perhatian, membuat pemain berambut pirang tersebut menjadi bahan berbagai meme dan video viral.

Sementara itu, Ekuador dikenal sebagai salah satu jalur penting dalam jaringan perdagangan narkoba internasional. Negara tersebut menjadi lokasi transit, penyimpanan, dan distribusi narkotika sebelum dikirim menuju Amerika Tengah hingga Amerika Serikat.

Dalam operasi di wilayah Guagua Negro, sekitar 246 kilometer sebelah utara Quito, polisi juga menangkap seorang perempuan yang diidentifikasi sebagai Maria R. Ia diketahui menggunakan dokumen identitas asal Kolombia.

Polisi memperkirakan nilai narkotika yang disita mencapai sekitar US$842 ribu jika dijual di pasar domestik. Nilainya dapat meningkat menjadi lebih dari US$11 juta di Amerika Serikat dan sekitar US$19,6 juta di pasar Eropa.

Jaringan perdagangan narkoba di Ekuador disebut melibatkan kelompok kriminal lokal yang memiliki hubungan dengan kartel dari Kolombia dan Meksiko. Polisi memperkirakan sekitar 80 persen narkotika yang masuk ke negara tersebut berasal dari Kolombia, sedangkan sisanya berasal dari Peru.

Sepanjang paruh pertama 2026, aparat Ekuador telah menyita sekitar 80 ton narkotika. Pada 2025, jumlah sitaan mencapai hampir 215 ton, dengan sebagian besar berupa kokain.

(sumber/CNN/M/MRI)

Total Views: 0
Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *