Tiga Anggota Polisi Tertembak Saat Bubarkan Orgen Tunggal di Muara Jaya, Satu Terduga Pelaku Meninggal

REDAKSI MRI
Oleh
2 Menit Baca

RILIS INDONESIA.Com~LAMPUNG UTARA — Upaya kepolisian menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kegiatan hiburan organ tunggal di wilayah Muara Jaya, Lampung Utara, berujung insiden penembakan. Tiga anggota Resmob Polres Lampung Utara dilaporkan mengalami luka tembak setelah mendapat perlawanan saat menjalankan tugas di lokasi.

Kasi Humas Polres Lampung Utara IPTU Herawati membenarkan kejadian tersebut ketika ditemui di Rumah Sakit Handayani, Kotabumi, Selasa (25/8/2026).

Menurut Herawati, petugas awalnya menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya kegiatan organ tunggal di wilayah tersebut. Polisi kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penindakan.

Namun, saat petugas berada di lapangan, terjadi perlawanan dari pihak yang untuk sementara diduga terlibat sebagai bandar.

- Advertisement -

“Petugas kita langsung menindaklanjuti laporan masyarakat. Saat di lokasi terjadi perlawanan dari pelaku yang sementara diduga sebagai bandar,” kata Herawati.

Dalam kejadian tersebut, tiga anggota kepolisian berinisial A, ADJ, dan A mengalami luka akibat tembakan. Ketiganya kemudian mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Handayani, Kotabumi.

Polisi juga menyebut salah seorang terduga pelaku meninggal dunia setelah petugas melakukan tindakan tegas dan terukur dalam menghadapi perlawanan tersebut.

Herawati mengatakan, penanganan terhadap terduga pelaku dilakukan sesuai situasi yang dihadapi petugas di lapangan.

“Saat ini pelaku sudah ditindak tegas dan terukur, namun yang bersangkutan meninggal dunia,” ujarnya.

Sementara itu, jajaran kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian kejadian tersebut, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam insiden.

Dari informasi di lokasi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung Kombes Pol. Indra Hermawan juga telah mendatangi Rumah Sakit Handayani untuk memantau kondisi anggota kepolisian yang menjadi korban.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih berlangsung guna memastikan kronologi dan seluruh fakta dalam insiden berdarah tersebut(Red).

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *