BKSDA Kalbar Evakuasi 3 Orangutan Terdampak Kemarau, Dilepasliarkan di Gunung Palung

NIZAR ROMHADON
3 Menit Baca

RILIS INDONESIA.Com – Ketapang,- Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat mengevakuasi dan mentranslokasi tiga individu orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Translokasi dilakukan untuk memastikan keselamatan satwa dari dampak puncak musim kemarau serta potensi gangguan terhadap habitatnya.

Tim gabungan BKSDA Kalimantan Barat, Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melakukan penyelamatan di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.

Ketiga orangutan yang dievakuasi terdiri dari induk betina bernama Mamak Yuni yang diperkirakan berusia 18 tahun, anak jantan bernama Pura berusia sekitar 8-10 bulan, serta individu remaja betina bernama Yuni yang berusia sekitar 8 tahun.

- Advertisement -

Kepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane mengatakan pergerakan orangutan menuju kawasan permukiman dan perkebunan warga dipengaruhi dinamika kondisi alam selama musim kemarau di sekitar koridor habitatnya.

Menurut dia, evakuasi dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi interaksi negatif antara satwa dan masyarakat sekaligus menjaga kondisi kesehatan orangutan.

“Langkah evakuasi ini merupakan bentuk komitmen penanganan cepat di lapangan. Kami memastikan satwa mendapatkan perlindungan optimal di habitat alam yang luas, aman, dan memiliki ketersediaan pakan melimpah,” kata Murlan dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8/2026).

Sebelum ditranslokasi, ketiga orangutan menjalani pemeriksaan medis menyeluruh oleh tim dokter hewan YIARI di lokasi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan ketiganya dalam kondisi sehat, masih memiliki sifat liar alami, dan dinilai siap kembali hidup bebas di kawasan konservasi.

Ketiga orangutan tersebut kemudian menempuh perjalanan melalui jalur darat dan sungai. Pada Jumat (21/8) pukul 20.30 WIB, mereka berhasil dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, Sektor Batu Barat.

Selain menangani tiga orangutan di Ketapang, BKSDA Kalimantan Barat juga menindaklanjuti laporan warga mengenai kemunculan satu individu orangutan di sekitar perkebunan di Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, pada Kamis (20/8/2026).

Petugas BKSDA Kalbar telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan verifikasi spasial dan memberikan pendampingan kepada pemilik kebun.

BKSDA Kalbar kini menyiapkan penanganan lanjutan agar orangutan tersebut dapat dipindahkan ke kawasan hutan terdekat.

Murlan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera berkoordinasi dengan BKSDA apabila menemukan satwa liar di sekitar permukiman.

“Kemenhut terus mengimbau masyarakat untuk menjaga ketenangan dan mengedepankan koordinasi serta pelaporan berkala melalui call center BKSDA setempat apabila menemukan satwa liar yang melintas di sekitar lingkungan permukiman,” ujarnya. (Mri/CNN Indonesia)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *