Komunitas Sebagai Tembok Pertama Menolak Masuknya Narkoba dan Miras di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung

RILIS2225
Oleh
2 Menit Baca

RILIS INDONESIA.COM – BANDAR LAMPUNG – RRI Provinsi Lampung Pro 4 FM 88,5 MHz menggelar Dialog Interaktif Edukasi Narkoba dan Miras secara Online, pada Rabu, 24 September 2026, pukul 08.00 s/d 09.00 WIB.

Dialog yang disiarkan langsung dari studio RRI Lampung ini menghadirkan narasumber Dr. Hj. Anita Putri, SH., M.Pd, Ketua Umum Gerakan Anti Narkoba dan Miras Nasional (GANMN) yang juga seorang Dosen.

Dalam dialog tersebut, Dr. Hj. Anita Putri, SH., M.Pd menegaskan bahwa komunitas adalah benteng atau tembok pertama yang paling ampuh untuk menolak masuknya narkoba dan miras.

“Kalau kita menunggu aparat saja tidak cukup. Tembok pertama itu ada di komunitas – di keluarga, di RT, di karang taruna, di majelis taklim, di kampus. Kalau komunitasnya kuat, solid dan peduli, narkoba dan miras tidak akan berani masuk. Ini harus kita gerakkan di seluruh Indonesia, wabil khusus di Provinsi Lampung,” ujar Dr. Hj. Anita Putri.

- Advertisement -

Menurutnya, Lampung menjadi salah satu provinsi yang harus menjadi perhatian bersama karena pergaulan bebas dan peredaran miras seringkali menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

Ia menambahkan, edukasi tidak boleh hanya seremonial, tetapi harus menyentuh psikis dan mental generasi muda. Anak muda harus dibekali keberanian untuk menolak, bukan hanya tahu bahayanya.

“Jangan takut melapor. Kalau ada yang makai, yang jual, yang maksa, segera lapor ke komunitas, ke orang tua, ke BNN atau ke GANMN. Kita selamatkan satu anak, sama dengan menyelamatkan satu keluarga,” tegasnya.

Penyiar RRI Pro 4, 88,5 FM menyampaikan bahwa program edukasi ini merupakan bentuk komitmen RRI Lampung sebagai media publik untuk terus memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Dialog interaktif ini mendapat antusias pendengar yang bergabung melalui telepon dan live streaming RRI. (Red)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *