Langkah Perdana Kapolri Suyudi: Mutasi Besar 88 Pati-Pamen, 19 Kapolda Diganti

NIZAR ROMHADON
6 Menit Baca

RILIS INDONESIA.Com – Belum genap dua hari memegang tongkat komando Polri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto langsung mengubah peta jabatan di tubuh Korps Bhayangkara.

Sebanyak 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri dimutasi dan dirotasi, termasuk 19 jabatan Kapolda. Pergeseran itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, yang diperoleh mistar.id pada Sabtu (3/10/2026). Dari jumlah tersebut, 70 personel mendapatkan promosi atau menduduki jabatan baru.

Mutasi ini menjadi sorotan karena berlangsung tepat setelah Suyudi resmi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. Serah terima Panji-Panji Polri dari Sigit kepada Suyudi sendiri berlangsung pada 2 Oktober 2026.

Jabatan Strategis Mabes Polri Ikut Berubah

- Advertisement -

Salah satu perubahan paling menonjol terjadi pada posisi Irwasum Polri.

Komjen Pol Asep Edi Suheri yang sebelumnya menjabat Kapolda Metro Jaya ditunjuk menjadi Irwasum Polri. Kursi Kapolda Metro Jaya kemudian diberikan kepada Irjen Pol Dadang Hartanto yang sebelumnya menjabat Kapolda Maluku.

Perubahan besar juga terjadi di jajaran reserse. Irjen Pol Asep Safrudin ditunjuk sebagai Kabareskrim Polri, sementara Irjen Pol Suhendri dipercaya menjadi Kapolda Kepulauan Riau.

Di sisi lain, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bergeser menjadi Kabaharkam Polri. Posisinya sebagai Kapolda Riau kemudian diisi Irjen Pol Arman Achdiat.

Kapolda di Sejumlah Daerah Berganti

Rotasi tidak berhenti di lingkungan Mabes Polri. Sejumlah wilayah mengalami pergantian pimpinan.

Di Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto bergeser menjadi Wairwasum Polri. Kursi Kapolda Sumut selanjutnya ditempati Brigjen Pol Sonny Irawan, yang sebelumnya menjabat Kasespimmen Sespim Lemdiklat Polri. Sonny bukan nama baru di Sumut, karena sebelumnya pernah menjabat Wakapolda Sumut pada Januari 2026. Namun pada Agustus 2026, Sonny sudah meninggalkan jabatan tersebut dan kembali menjadi Kasespimmen Sespim Lemdiklat Polri; jabatan Wakapolda Sumut kemudian diisi Brigjen Naek Pamen Simanjuntak.

Di Jawa Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto dimutasi menjadi Pati Bareskrim Polri dengan penugasan pada Kementerian Hukum. Posisi Kapolda Jabar kemudian diisi Irjen Pol Hengki yang sebelumnya menjabat Kapolda Banten.

Sementara itu, Brigjen Pol Hendra Kurniawan mendapat tugas sebagai Kapolda Banten.

Pergantian juga terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Irjen Pol Ribut Hari Wibowo bergeser dari Kapolda Jateng menjadi Wakale​mdiklat Polri, sedangkan Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan dipercaya sebagai Kapolda Jawa Tengah.

Untuk Jawa Timur, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono yang sebelumnya menjabat Wakapolda Metro Jaya diangkat menjadi Kapolda Jatim. Posisi tersebut sebelumnya ditempati Irjen Pol Nanang Avianto.

88 Perwira, 19 Kursi Kapolda

Angka 88 menjadi salah satu fakta paling menonjol dalam telegram mutasi kali ini.

Namun, yang membuatnya lebih signifikan bukan hanya jumlah personel yang berpindah. Sebanyak 19 posisi Kapolda turut berganti, sehingga efek rotasi terasa langsung pada struktur komando kepolisian di berbagai daerah.

Menariknya, tidak semua perpindahan merupakan pergantian antarkepala daerah. Sejumlah perwira berpindah dari jabatan kewilayahan ke posisi strategis di Mabes Polri, sementara lainnya mendapat penugasan di luar struktur Polri.

Dengan demikian, telegram ini mencerminkan kombinasi mutasi, rotasi, promosi, penugasan lintas lembaga, hingga regenerasi jabatan.

Ada Pola Perpindahan dari Polda ke Mabes

Jika dicermati, beberapa nama yang bergeser justru berasal dari posisi Kapolda menuju jabatan strategis di tingkat pusat.

Asep Edi Suheri berpindah dari Kapolda Metro Jaya ke Irwasum. Herry Heryawan dari Kapolda Riau menjadi Kabaharkam. Whisnu Hermawan dari Kapolda Sumut menjadi Wairwasum.

Pola tersebut memperlihatkan bahwa rotasi kali ini tidak semata-mata bertujuan mengisi kursi Kapolda yang kosong. Sejumlah pengalaman pimpinan kewilayahan juga dipindahkan ke struktur strategis Mabes Polri.

Penugasan Lintas Kementerian

Telegram tersebut juga mencatat sejumlah perwira yang mendapatkan penugasan di luar struktur Polri.

Ada perwira yang ditempatkan atau ditugaskan pada sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Hukum, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan.

Ini menjadi bagian penting dari mutasi karena menunjukkan bahwa mobilitas perwira Polri tidak hanya berlangsung antara Mabes dan Polda, tetapi juga mencakup penugasan lintas institusi.

Mutasi Besar di Awal Kepemimpinan Suyudi

Waktu penerbitan telegram menjadi aspek yang paling menarik untuk dicermati.

Suyudi resmi dilantik sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026. Sehari berikutnya, proses serah terima kepemimpinan berlangsung, dan pada tanggal yang sama terbit telegram mutasi yang mengubah puluhan posisi strategis.

Polri menyebut mutasi dan rotasi sebagai bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, kebutuhan organisasi, serta penyegaran pelaksanaan tugas kepolisian.

Karena itu, waktu penerbitan telegram membuat mutasi ini menjadi langkah organisasi pertama Suyudi setelah menjabat Kapolri. Polri menyebut kebijakan tersebut sebagai bagian dari kebutuhan organisasi, pembinaan karier, dan penyegaran tugas

Yang menarik untuk diamati berikutnya adalah bagaimana para pejabat baru menerjemahkan perubahan tersebut ke dalam kinerja di masing-masing wilayah dan satuan kerja.

Sebab, setelah 88 nama bergeser dan 19 kursi Kapolda berubah, tantangan berikutnya bukan lagi soal siapa mendapat jabatan apa—melainkan bagaimana struktur baru Polri bekerja.

(presiden/tribrata/ms/MRI.com)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *