Sinergi Kemendes PDT dan PT Palma Pertiwi Makmur untuk Kedaulatan Pangan dan Energi

Rilis indonesia05
2 Menit Baca

Rilis Indonesia..com – Jakarta – Di balik jargon besar kemandirian bangsa, ada senyum para petani dan warga pelosok desa yang ingin dirawat. Kesadaran inilah yang mendorong PT Palma Pertiwi Makmur (PT PPM) melangkah pasti, menyelaraskan gerak dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Lewat audiensi hangat pada 8 September lalu, sebuah babak baru dimulai; bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan ikhtiar bersama membumikan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto langsung dari tanah-tanah pedesaan.

Bagi PT PPM, program ini tak boleh sekadar menjadi catatan di atas kertas. Direktur Utama PT PPM Mardianto mengungkapkan bahwa jantung dari gerakan ini adalah kesejahteraan masyarakat bawah. “Kami ingin percepatan program ini benar-benar menyentuh kehidupan di desa, agar saudara-saudara kita di sana bisa langsung merasakan dampak ekonominya,” tutur Mardianto.

Peta jalan yang disiapkan PT PPM secara nyata menyentuh tiga kebutuhan paling mendasar dalam hidup manusia sehari-hari, mulai dari penguatan rantai pasok pertanian lewat ratusan unit Rice Milling Unit modern untuk menjaga dapur petani tetap mengepul dan melindungi keringat mereka, pembangunan unit Pertashop di setiap provinsi guna menyalakan asa di pelosok negeri melalui kemudahan akses bahan bakar, hingga penyediaan infrastruktur air bersih yang merata untuk mengalirkan kehidupan bagi kebutuhan domestik serta irigasi sawah warga desa.

- Advertisement -

Direktur Perencanaan Yovi Harvianto, mengatakan
Seluruh infrastruktur dan teknologi yang kami bawa ke desa ini murni didedikasikan untuk memuliakan hajat hidup masyarakat akar rumput, sehingga kedaulatan pangan, energi, dan air bukan lagi sekadar impian, melainkan berkah yang nyata mereka rasakan sehari-hari.
“Sinergi kemanusiaan ini menolak menempatkan masyarakat desa hanya sebagai penonton. Melalui pelibatan aktif Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan jaringan ekonomi lokal sebagai mitra utama pengelola di lapangan, PT PPM ingin memastikan perputaran uang dan berkah ekonomi tetap tinggal dan menghidupi desa itu sendiri”, Jelas Yovi.

Pasca-audiensi ini, secercah optimisme membubung tinggi. Kolaborasi antara ketulusan modal swasta, kesiapan teknologi, dan pelukan regulasi pemerintah dipercaya akan mempercepat lahirnya desa-desa mandiri. Desa yang tidak lagi rapuh, melainkan tumbuh menjadi benteng ketahanan nasional yang tangguh, produktif, dan penuh martabat..(Red)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *