Gerakan Akhir Zaman (GAZA) Berencana Mendirikan Lembaga Think Tank Berbasis Mubasyirat

RILIS2225
Oleh
3 Menit Baca

MEDIA RILIS INDONESIA.COM – Nasional – Majelis Gerakan Akhir Zaman (GAZA) yang dikomandoi oleh Kang DIKI CHANDRA, hari ini 15/05/2025 mulai menyusun draft proposal pendirian lembaga think tank berbasis mubasyirat (mimpi benar dari Allah), yang berskala nasional dan internasional yang rencananya akan diberi nama “MUBASYIRAT INSTITUTE FOR STRATEGIC FUTURE INSIGHT (MISFI)”

“Di tengah kompleksitas krisis global, banyak arah kebijakan negara yang kehilangan dimensi spiritual dan petunjuk langit. Padahal dalam sejarah peradaban Islam, para nabi, wali, dan ulama besar selalu memanfaatkan mubasyirat sebagai petunjuk strategis yang terbukti ampuh. Di era akhir zaman, mimpi-mimpi benar (mubasyirat) dari umat Islam di seluruh dunia semakin menunjukkan pola kolektif dan menyimpan informasi penting tentang arah perubahan global” Jelas Kang Diki

“Untuk itu, perlu dibentuk lembaga profesional yang mengkaji, menyaring, dan mengintegrasikan mubasyirat sebagai basis analisis strategis kebijakan publik, geopolitik, dan masa depan umat manusia” Tambahnya

Kang Diki juga menjelaskan Beberapa point tujuan dibentuknya Lembaga ini, antara lain :

- Advertisement -

1. Menghimpun dan mengkaji mimpi-mimpi benar dari umat Islam di Indonesia dan dunia.

2. Menjadi pusat think tank strategis yang berbasis nubuwat, mimpi, dan krisis global.

3. Menyediakan rekomendasi kebijakan alternatif kepada pemerintah, lembaga internasional, dan komunitas strategis.

4. Membangun kesadaran umat bahwa petunjuk dari Allah lewat mimpi adalah bagian dari sistem petunjuk kenabian.

5. Menjadi penghubung ruhani antara umat Islam dan para pemangku kebijakan global.

Selanjutnya dijelaskan juga terkait strategi gerak agar sukses ditingkat Nasional dan International

A. Nasional:

1. Kerja Sama dengan MUI, Kemenag, dan BNPT untuk memberikan perspektif alternatif soal radikalisme dan solusi ruhani.

2. Pemetaan mimpi rakyat Indonesia untuk membaca krisis nasional dan petunjuk Ilahi.

3. Masuk dalam diskusi strategis nasional seperti Rakornas, Forum R20, dsb.

B. Internasional:

1. Mendirikan cabang jaringan di banyak negara Islam utama: Malaysia, Pakistan, Turki, Mesir, Saudi, Yaman, Nigeria dan lainnya

2. Menggelar Dialog Internasional Mubasyirat di setiap tahun (konferensi tahunan).

3. Mengirim policy brief ke PBB, OKI, dan lembaga internasional.

“Lembaga ini hadir sebagai bentuk penunaian amanah terhadap warisan petunjuk Allah di akhir zaman. Melalui Mubasyirat Institute for Strategic Future Insight, umat Islam tidak lagi kehilangan arah dalam menyikapi krisis dunia. Justru melalui mimpi-mimpi benar dari Allah, kita akan memimpin arah sejarah baru: sejarah yang disinari cahaya petunjuk-Nya” Tutup Kang Diki
(Irwan)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *