Kalapas Kalianda: Hari Kesaktian Pancasila Momentum Sakral Menjaga Persatuan Bangsa

Mika Prathama A.Md

RILIS INDONESIA.Com, Lampung – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Kalianda, Beny Nurrahman, A.Md.IP., SH., MH., menegaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober merupakan momentum sakral sekaligus pengingat penting bagi bangsa Indonesia.

“Tahun 2025 ini kita memasuki peringatan ke-60 Kesaktian Pancasila. Jangan hanya dimaknai sebatas seremonial, tetapi harus menjadi pengingat untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Beny, Rabu (1/10/2025).

Hari Kesaktian Pancasila sendiri ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 153 Tahun 1967 oleh Presiden Soeharto, sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan para pahlawan revolusi sekaligus penegasan bahwa Pancasila tetap kokoh sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa.

Menurut Beny, enam dekade perjalanan peringatan Kesaktian Pancasila menjadi bukti bahwa Indonesia mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan berkat kekuatan ideologi Pancasila.
“Pancasila adalah benteng ideologi bangsa. Dengan Pancasila, kita bisa menjaga keutuhan NKRI serta memperkuat semangat persaudaraan dan gotong royong,” tegasnya.

- Advertisement -

Ia menambahkan, pengamalan Pancasila sebaiknya dimulai dari lingkup terkecil, baik keluarga maupun masyarakat. “Kalau nilai Pancasila benar-benar hidup di setiap individu, saya yakin bangsa ini semakin kuat menghadapi tantangan zaman,” kata Beny.

Kalapas Kalianda itu juga mengingatkan generasi muda untuk tidak hanya mengenang sejarah, tetapi mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan nyata.
“Generasi muda adalah penerus bangsa. Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan pedoman hidup. Saatnya kita buktikan bersama bahwa Pancasila tetap relevan untuk membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.(HP)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *