LavAni Sempurna ke Grand Final, Bhayangkara Jegal Mimpi Samator

Redaksi MRI
Oleh

RILIS INDONESIA.Com – Jakarta LavAni Livin Transmedia menjadi tim pertama yang lolos ke final Proliga 2026. Sementara itu, diperlukan keajaiban pada pekan terakhir bagi mereka yang berada di luar zona.

Final four Proliga 2026 telah merampungkan pekan kedua dari tiga yang menentukan penampil pada laga perebutan gelar juara.

Sejauh ini, baru Jakarta LavAni Livin Transmedia yang telah memastikan kelolosan walau masih tersisa satu pekan untuk dijalani.

Rapor Dio Zulfikri dkk. paling sempurna karena tak terkalahkan dalam empat pertandingan. Poin yang diraih pun sempurna.

- Advertisement -

Adapun yang mempercepat kelolosan LavAni adalah kemenangan terkini dari rival utama mereka, Jakarta Bhayangkara Presisi.

Bhayangkara menjegal satu-satunya tim yang bisa menggusur LavAni keluar dari dua besar, yakni Surabaya Samator.

Sang juara bertahan menang dengan skor 3-0 (25-23, 25-21, 25-21) dalam pertandingan yang digelar di GOR Sritex, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (12/4/2026).

Bhayangkara sendiri berada di posisi yang cukup nyaman dengan catatan 3 kemenangan dan 9 poin di peringkat kedua.

Dengan dua laga tersisa untuk setiap tim di final four ini, Samator memerlukan keajaiban untuk menyainginya karena baru mengoleksi 1 kemenangan.

Samator wajib selalu menang sebelum set kelima dan berharap Bhayangkara selalu kalah 0-3 atau 1-3 pada pekan depan di Semarang.

Bhayangkara masih mengungguli Samator dengan menambah 1 poin yang artinya cukup sekali kalah dengan skor 2-3.

Optimisme terpancar dari kubu tim Kepolisan Negara Republik Indonesia itu walau Reidel Toiran selaku pelatih menunjuk sejumlah evaluasi.

“Kami masih coba-coba komposisi pemain untuk lebih baik waktu grand final. Cuma masih ada banyak yang harus dievaluasi,” ucap Reidel kepada BolaSport.com dan awak media lainnya.

“Untuk yang pertama penting untuk cara situasi-situasi yang agak sedikit sulit, sama konsistensi untuk receive sama block karena ada banyak masalah.”

Salah satu rotasi dilakukan di posisi setter. Veteran, Nizar Julfikar, digantikan Alfin Daniel Pratama yang juga berlabel pemain timnas setelah set pertama.

“Alfin baru balik dari cedera karena kemarin dia kena cedera ankle. Baru saja dia mulai, dia agak dipaksa waktu awal-awal biar maksimal recovery-nya. Sekarang sudah lumayan, kami masih coba. Ya, tadi lumayan bagus penampilannya, hanya masih kurang konsisten karena masih kurang kemistri sama pemain asing. Dia baru main,” ucap Reidel.

Beralih ke sektor putri, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dan Jakarta Pertamina Enduro memimpin persaingan.

Phonska Plus dan Pertamina Enduro berada di situasi yang sama dengan Bhayangkara, menang 3 kali dari 4 laga dengan 9 angka dan hanya perlu 1 poin lagi.

Pertamina Enduro menjadi tim terkini yang meraih kemenangan setelah menggagalkan ‘comeback’ Jakarta Electric PLN dengan kemenangan 3-2 (25-22, 25-22, 21-25, 18-25, 15-8).

Bedanya, persaingan sedikit lebih terbuka dengan masih ada dua tim yang berpeluang menggusur mereka dari zona grand final.

Jakarta Electric PLN dan Jakarta Popsivo Polwan akan berusaha habis-habisan dengan menyapu bersih dua pertandingan tersisa untuk menjaga peluang.

Peluang terbuka karena Phonska Plus dan Pertamina Enduro akan terlibat saling bentrok pada pertandingan terakhir final four.

Phonska Plus akan lebih dulu menghadapi Electric PLN. Sementara Popsivo Polwan akan melawan Pertamina Enduro.

Apabila mampu menang dan tidak kehilangan angka, Electric PLN dan Popsivo Polwan bakal saling bunuh untuk satu tiket tersisa.

Reporter : Udin

EDITOR : MriNews

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *