RILIS INDONESIA.Com, Lampung Selatan – Di tengah memanasnya dinamika publik terkait rencana kegiatan di kawasan Gunung Rajabasa, Ketua Dewan Anak Adat Lampung Selatan (DAALS) H. Andi Azis, S.H. menyampaikan pernyataan resmi. Ia meluruskan kesalahpahaman yang beredar, menegaskan sikap netral lembaga, serta mengajak semua pihak mengutamakan persatuan dan kelestarian alam.
1. Sikap Resmi: Murni Netral, Tidak Memihak
Andi Azis menegaskan DAALS tidak pernah menyatakan dukungan maupun penolakan resmi terhadap rencana apa pun di Gunung Rajabasa.
“Saya nyatakan tegas dan tanpa keraguan: Baik secara pribadi maupun sebagai lembaga, DAALS tidak pernah menyatakan dukungan dan tidak pernah mengeluarkan pernyataan penolakan resmi. Sikap kami murni netral,” ujarnya, Selasa 1 Juli 2026.
Ia menekankan lembaganya tidak ingin dijadikan alat adu domba. “Hingga saat ini tidak ada keputusan maupun sikap resmi organisasi yang memihak kepentingan tertentu. Jika ada pandangan lain beredar, itu pendapat pribadi perorangan, bukan sikap resmi DAALS,” tegasnya.
Sikap netral ini diambil karena keterbatasan kapasitas teknis. “Saya bukan ahli di bidang terkait, tidak memiliki kajian teknis mendalam, sehingga belum berhak menilai benar atau salah. Selama fakta belum utuh dan teruji, saya memilih tidak berkomentar. Sebagai tokoh adat, ucapan saya harus menjaga kedamaian, bukan memicu keributan,” jelasnya.
2. Spanduk: Pengingat Bersama, Bukan Penolakan
Menanggapi spanduk yang viral bertuliskan “JAGA!!! KELESTARIAN GUNUNG RAJABASA SEBAGAI SUMBER KEHIDUPAN & PENYANGGA BUMI”, Andi Azis meluruskan maknanya.
“Jangan salah tafsir. Ini bukan serangan, bukan penolakan, dan bukan dukungan. Ini peringatan keras bahwa Gunung Rajabasa adalah milik kita semua, sumber kehidupan, dan kawasan bernilai sakral. Tidak ada pihak yang berhak mengabaikan kelestariannya,” katanya.
3. Dua Prinsip Tak Ditawar: Persetujuan Warga dan Kelestarian
Ia menegaskan dua prinsip utama. Pertama, setiap rencana di kawasan gunung wajib mendapat persetujuan masyarakat adat dan warga setempat. “Tidak boleh ada keputusan yang memaksakan kehendak,” ujarnya.
Kedua, menjaga fungsi vital gunung sebagai sumber kehidupan. “Gunung Rajabasa adalah tonggak tanah ini. Bahkan sekadar melintas pun harus menjaga etika dan izin. Dialah sumber air utama yang menghidupi sawah dan rumah tangga ribuan warga. Jika hutannya rusak, sumber kehidupan kita kering selamanya,” tegasnya.
4. Pesan Penutup: Jaga Damai Demi Masa Depan
Andi Azis menutup pernyataannya dengan ajakan menjaga kondusivitas Lampung Selatan. “Saya tegaskan: Lampung Selatan harus tetap damai dan kondusif. Daerah yang terpecah belah tidak akan didatangi kemajuan. Hanya dengan persatuan, kesejahteraan bisa terwujud,” pesannya.
“Mari tinggalkan perdebatan yang tak berujung, berhenti saling menuduh, dan satukan niat. Fokus kita satu: jaga Gunung Rajabasa dan jaga persatuan kita, demi hari ini dan demi anak cucu kita kelak,” pungkasnya.(**)

