IMF Manjau Mit Sekula Hadir di SMK Kesehatan Bandar Lampung, Edukasi Pelajar tentang NAPZA, Bullying, dan Bijak Bermedia Sosial

RILIS2225
Oleh
4 Menit Baca

RILIS INDONESIA.COM – Bandar Lampung – Komitmen dalam membangun karakter serta meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap berbagai tantangan di era digital terus dilakukan Integrity Media Forum (IMF) melalui program “IMF Manjau Mit Sekula”.

Program yang merupakan gagasan Ketua Umum IMF, Indra Segalo Galo, kembali hadir dengan menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Kesehatan Bandar Lampung, Kamis (16/7/2026).

Mengusung tema “Sosialisasi NAPZA, Pencegahan Bullying, serta Cerdas dan Bijak Bermedia Sosial”, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada para peserta didik baru agar memiliki pemahaman yang kuat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan, serta mampu menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Kegiatan ini juga terlaksana melalui kolaborasi bersama LBH Laspri Lampung dan IKAI (Ikatan Konselor Adiksi Indonesia) Lampung sebagai mitra strategis IMF dalam program Manjau Mit Sekula.

- Advertisement -

Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara organisasi media, lembaga bantuan hukum, dan tenaga profesional di bidang konseling adiksi dalam memberikan edukasi yang komprehensif kepada para pelajar.

Dari IKAI Lampung, materi disampaikan oleh Indra Putra, SE., Gr., yang memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA, faktor risiko di kalangan remaja, serta pentingnya pencegahan sejak dini melalui pendidikan dan penguatan karakter.

Sementara dari LBH Laspri Lampung, hadir Novellia Yulistin, SH., CPM. dan Iin Kartika Indriyani, CPP. yang memberikan edukasi mengenai aspek hukum terkait bullying, perlindungan anak, serta konsekuensi hukum dari penyalahgunaan media sosial maupun tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Dalam penyampaiannya, Ketua Umum IMF Indra Segalo Galo menegaskan bahwa tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan hanya penyalahgunaan NAPZA, tetapi juga maraknya bullying dan penggunaan media sosial tanpa kontrol yang dapat berdampak terhadap masa depan pelajar.

“Generasi Emas Indonesia tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, integritas, serta kemampuan menyaring informasi di era digital. Jangan sampai media sosial menjadi alat yang merusak masa depan, tetapi jadikan sebagai sarana belajar, berkarya, dan berprestasi,” tegas Indra.

Ia menjelaskan, program IMF Manjau Mit Sekula dirancang sebagai gerakan edukasi yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menyasar sekolah-sekolah di Provinsi Lampung maupun daerah lainnya.

Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, orang tua, media, masyarakat, organisasi profesi, serta lembaga bantuan hukum menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang pelajar sekaligus mencegah mereka terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba, tindakan bullying, maupun penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab di media sosial.

Kepala SMK Kesehatan Bandar Lampung, Susilawati, SE, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Integrity Media Forum (IMF) beserta para mitra, LBH Laspri Lampung dan IKAI Lampung, yang telah memberikan edukasi kepada para peserta didik baru melalui kegiatan MPLS.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Integrity Media Forum bersama LBH Laspri Lampung dan IKAI Lampung. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Edukasi mengenai bahaya NAPZA, pencegahan bullying, serta bijak bermedia sosial menjadi bekal penting bagi peserta didik agar mampu menjaga diri, menghormati sesama, dan memanfaatkan teknologi secara positif. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa di SMK Kesehatan Bandar Lampung,” ujar Susilawati, SE.

Melalui program IMF Manjau Mit Sekula, Integrity Media Forum bersama LBH Laspri Lampung dan IKAI Lampung berharap mampu menjadi mitra edukasi bagi dunia pendidikan dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter, kritis, sadar hukum, bebas dari penyalahgunaan NAPZA, serta bijak memanfaatkan teknologi digital demi mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.(Red)

Total Views: 0
Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *