Wagub Jihan Hadiri Ayo Mondok, Dorong Pesantren Cetak Generasi Berakhlak

Mika Prathama A.Md
2 Menit Baca

LAMPUNG TENGAH – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menghadiri Muhasabah dan Halaqoh Gerakan Nasional “Ayo Mondok Indonesia” di Pondok Pesantren Wali Songo, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan ini menjadi ikhtiar memperkuat peran pondok pesantren sebagai pusat pembentukan generasi yang berakhlak, sehat, ramah, dan berdaya. Forum tersebut juga menjadi ruang silaturahmi para kiai, nyai, pengasuh pesantren, dan tokoh masyarakat untuk memperkuat komitmen memajukan pendidikan pesantren.

Dalam sambutannya, Wagub Jihan mengapresiasi kehadiran para ulama dan pengasuh pesantren dari berbagai daerah. Ia menyebut forum ini sebagai momentum memperkuat jejaring antarpesantren serta membangun kolaborasi peningkatan kualitas SDM.

“Masukan para kiai dan ulama kami harapkan menjadi berkah, doa, dan nasihat bagi pembangunan Provinsi Lampung, khususnya dalam pengembangan pendidikan pesantren,” ujar Jihan.

- Advertisement -

Jihan menyampaikan Provinsi Lampung memiliki kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis di tengah keberagaman. Kondisi itu menjadi modal penting mendukung pembangunan daerah, termasuk melalui kontribusi pesantren mencetak generasi berakhlak dan berdaya saing.

“Provinsi Lampung memiliki kehidupan yang harmonis bersama para masyaikh dan seluruh pemuka agama. Tidak hanya umat Islam, tetapi seluruh pemeluk agama hidup berdampingan dengan baik,” katanya.

Ia juga menyebut Lampung merupakan salah satu provinsi di Sumatera dengan jumlah pondok pesantren cukup besar. Karena itu, Pemprov Lampung terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan pesantren melalui penguatan kolaborasi dan pembelajaran dari praktik baik di daerah lain seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Menurut Jihan, keunggulan pesantren tidak hanya pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembentukan karakter, akhlak, dan adab santri sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

“Keistimewaan pesantren bukan hanya aspek intelektual, tetapi bagaimana karakter dan adab dibentuk. Nilai-nilai inilah kekuatan utama pesantren,” ujarnya.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Jihan menilai pesantren perlu beradaptasi agar mampu membimbing santri menyaring informasi dan memanfaatkan teknologi secara bijaksana tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Ia berharap pondok pesantren terus menjaga kepercayaan masyarakat dan istiqamah mencetak generasi yang berakhlak, berilmu, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Semoga pondok pesantren senantiasa istiqamah mencetak generasi muda yang berakhlak, beradab, dan berkualitas,” tutup Jihan. (**)

Total Views: 0
Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *