8 Mahasiswa Korea Ditahan Usai Masuk Ilegal ke Pangkalan Udara AS di Osan

Redaksi MRI
Oleh
2 Menit Baca

RILIS INDONESIA.Com –Seoul, – Sebanyak delapan mahasiswa Korea Selatan (Korsel) ditahan dan menjalani pemeriksaan setelah diduga mencoba memasuki area Pangkalan Udara Osan milik Amerika Serikat (AS) di Korsel tanpa izin.

Kedelapan mahasiswa tersebut merupakan anggota Serikat Mahasiswa Progresif Korea yang saat itu tengah melakukan aksi demonstrasi di sekitar pangkalan udara yang berada sekitar 50 kilometer selatan Seoul.

Dilansir AFP dan Anadolu Agency, Rabu (5/8/2026), kelompok mahasiswa tersebut mengunggah sejumlah foto aksi mereka melalui media sosial. Demonstrasi itu dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap keberadaan militer AS di wilayah Gwangju.

Mereka menilai kehadiran militer AS dapat menghambat rencana pembangunan klaster industri semikonduktor besar yang dirancang pemerintah Korsel di wilayah tersebut

- Advertisement -

Menurut laporan Yonhap, enam mahasiswa berhasil memasuki area pangkalan sambil meneriakkan sejumlah slogan anti-AS, termasuk seruan yang ditujukan kepada Pasukan Udara ke-7 AS. Sementara dua mahasiswa lainnya dihentikan petugas saat berada di gerbang masuk.

Militer AS menyatakan delapan orang tersebut diamankan, Selasa (4/8/2026) waktu setempat setelah berupaya masuk secara ilegal melalui gerbang utama Pangkalan Udara Osan.

“Para individu tersebut telah diserahkan kepada Kepolisian Nasional Korea untuk menjalani proses penyelidikan sesuai prosedur yang berlaku,” kata pihak militer AS dalam keterangannya.

Kepolisian Korsel membenarkan bahwa para mahasiswa tersebut masih dalam penahanan. Namun, aparat menyebut mereka memilih tidak memberikan keterangan selama proses pemeriksaan berlangsung.

Total Views: 0
Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *