RILIS INDONESIA.COM – JAKARTA – Ketua Umum Gerakan Anti Narkoba dan Miras Nasional (GANMN) Pusat, Dr. Hj. Anita Putri, SH, M.Pd menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan atas persetujuan Komisi III DPR RI terhadap DR. Suyudi Aryo Seto, SH, MH, M.Si sebagai calon Kapolri.
Komisi III DPR RI menyetujui Suyudi sebagai calon Kapolri setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test pada Kamis, 1 Oktober 2026. Persetujuan tersebut diberikan secara aklamasi dalam rapat pleno Komisi III DPR RI.
Suyudi menjadi calon tunggal yang diajukan Presiden melalui Surat Presiden (Surpres) yang diterima pimpinan DPR pada 30 September 2026. Dalam proses selanjutnya, keputusan Komisi III DPR RI akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Menanggapi perkembangan tersebut, Ketua Umum GANMN Pusat Dr. Hj. Anita Putri, SH, M.Pd menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Suyudi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai calon Kapolri.
“Atas nama keluarga besar GANMN Pusat, kami menyampaikan ucapan selamat kepada Bapak DR. Suyudi Aryo Seto, SH, MH, M.Si atas persetujuan Komisi III DPR RI. Semoga seluruh tahapan berikutnya dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar DR. Anita, sapaan akrab Ketum GANMN Pusat.
Menurut DR. Anita, jabatan Kapolri merupakan amanah besar yang tidak hanya berkaitan dengan kepemimpinan institusi, tetapi juga menyangkut pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.
Ia berharap kepemimpinan Polri ke depan semakin mampu membangun kepercayaan publik, meningkatkan profesionalisme anggota kepolisian serta memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan.
“Kami berharap Kapolri ke depan dapat terus memperkuat Polri yang profesional, humanis, transparan dan dekat dengan masyarakat. Keamanan dan ketertiban masyarakat harus berjalan beriringan dengan kepastian hukum serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat,” kata DR. Anita.
Harapan terhadap Penguatan Pelayanan Publik
DR. Anita juga berharap kepemimpinan Suyudi nantinya dapat memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepolisian di seluruh wilayah Indonesia.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan institusi kepolisian yang responsif terhadap persoalan di lapangan serta mampu memberikan rasa aman dan kepastian dalam pelayanan hukum.
“Polri adalah institusi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, kami berharap komunikasi antara kepolisian dan masyarakat semakin terbuka, sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan dengan pendekatan yang profesional, proporsional dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” tuturnya.
GANMN Pusat juga berharap agenda pemberantasan narkotika tetap menjadi perhatian penting. Hal tersebut mengingat Suyudi sebelumnya dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) sebelum namanya diajukan sebagai calon Kapolri.
Anita menilai pengalaman Suyudi dalam bidang reserse, kepemimpinan kewilayahan, kepolisian daerah hingga pemberantasan narkotika menjadi bagian dari perjalanan yang akan menjadi bekal dalam menjalankan tanggung jawab di tingkat nasional.
Dari Dunia Reserse hingga Pimpinan BNN
DR. Suyudi Aryo Seto, SH, MH, M.Si merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Perjalanan kariernya banyak bersinggungan dengan bidang reserse dan penegakan hukum.
Ia pernah menjalankan sejumlah tugas kewilayahan dan reserse, termasuk sebagai Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang dan Kapolsek Metro Penjaringan.
Pengalamannya kemudian berkembang melalui sejumlah jabatan strategis, antara lain Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, serta sejumlah posisi di lingkungan Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.
Dalam perjalanan berikutnya, Suyudi dipercaya menjadi Kapolres Majalengka pada 2014, Kapolres Bogor pada 2015, Kapolresta Bogor Kota pada 2016 dan Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2017.
Ia kemudian mengemban sejumlah jabatan strategis, termasuk Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Wakapolda Metro Jaya.
Pada 2024, Suyudi dipercaya menjabat sebagai Kapolda Banten. Kariernya kemudian berlanjut ke Badan Narkotika Nasional (BNN).
Suyudi dilantik sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025 menggantikan Marthinus Hukom. Ia kemudian memperoleh kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi.
Kapolri sebagai Puncak Tanggung Jawab
Dalam pelaksanaan fit and proper test di Komisi III DPR RI, Suyudi menyampaikan pandangannya mengenai posisi Kapolri.
Ia menegaskan bahwa jabatan Kapolri bukan sekadar pencapaian dalam perjalanan karier, melainkan amanah dengan tanggung jawab besar terhadap institusi dan masyarakat.
“Bagi saya, jabatan Kapolri bukanlah puncak karier, jabatan Kapolri adalah puncak tanggung jawab,” kata Suyudi dalam fit and proper test di Komisi III DPR RI, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pandangan tersebut sejalan dengan harapan GANMN Pusat agar kepemimpinan Polri ke depan semakin mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, profesionalisme serta penegakan hukum yang berkeadilan.
Dr. Anita menambahkan bahwa GANMN Pusat akan terus mendukung berbagai upaya yang bertujuan menciptakan keamanan, ketertiban dan penegakan hukum yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap proses selanjutnya berjalan lancar. Yang paling utama adalah bagaimana amanah tersebut nantinya dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab untuk kepentingan bangsa, negara dan seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas DR. Anita.
Dengan persetujuan Komisi III DPR RI, proses pencalonan Suyudi sebagai Kapolri selanjutnya memasuki tahapan Rapat Paripurna DPR RI. Setelah seluruh proses ketatanegaraan tersebut selesai, pengangkatan dan pelantikan Kapolri akan mengikuti mekanisme yang berlaku. (Red)
