Arab Saudi Bantah Kabar Dugaan Bom Bunuh Diri di Masjidil Haram

Redaksi MRI
Oleh
3 Menit Baca
Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi. (doto: reuters/MRI)

RILIS INDONESIA.Com – Riyadh,- Otoritas Arab Saudi membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai adanya terduga pengebom bunuh diri di sekitar Masjidil Haram, Mekkah.

Otoritas keamanan Saudi mengakui adanya seorang pria yang diamankan di wilayah Mekkah. Namun, penangkapan tersebut disebut berkaitan dengan tindakannya yang mengganggu orang-orang yang melintas hingga menimbulkan kepanikan.

“Otoritas keamanan di Kota Suci telah menangkap seseorang karena mengganggu orang-orang yang melintas dan menyebarkan ketakutan serta kepanikan di antara mereka, dan dia segera ditindak,” demikian pernyataan otoritas keamanan Saudi melalui akun media sosial X, seperti dilansir Anadolu Agency dan Turkiye Today, Jumat (2/10/2026).

Otoritas tersebut sekaligus menegaskan bahwa informasi yang menyebut insiden itu berkaitan dengan pengebom bunuh diri tidak benar.

- Advertisement -

Kabar yang beredar sebelumnya menyebut seorang pria mengenakan rompi peledak dan berhasil mendekati Kakbah sebelum diamankan petugas. Informasi tersebut kemudian menyebar luas melalui sejumlah akun media sosial.

Direktorat Jenderal Keamanan Publik Saudi menyatakan petugas segera mengambil tindakan terhadap pria yang diamankan. Proses hukum juga telah dilakukan dan yang bersangkutan diserahkan kepada pihak kejaksaan.

Meski demikian, otoritas Saudi tidak memberikan keterangan lebih jauh mengenai identitas maupun latar belakang pria tersebut.

Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial dan menjadikan sumber resmi sebagai rujukan terkait keamanan di kawasan Kota Suci.

Dalam pernyataan resminya, otoritas Saudi tidak menyebut adanya bahan peledak yang ditemukan dari pria tersebut. Tidak ada pula keterangan mengenai upaya serangan terhadap Masjidil Haram ataupun Kakbah.

Isu Muncul di Tengah Ketegangan dengan Houthi

Beredarnya kabar mengenai dugaan pengebom bunuh diri tersebut terjadi di tengah ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

Sebelumnya, koalisi pimpinan Saudi menuduh Houthi melakukan serangan menggunakan drone terhadap gardu distribusi listrik Taibah di Madinah pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 05.11 waktu setempat.

Menurut koalisi tersebut, hasil pemeriksaan terhadap puing-puing drone menunjukkan keterlibatan Houthi dalam serangan itu. Gardu yang menjadi sasaran diketahui memasok listrik ke Masjid Nabawi.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan salah satu transformator mengalami kerusakan, meski pasokan listrik di jaringan secara keseluruhan tidak terganggu.

Houthi membantah tuduhan tersebut. Seorang sumber militer kelompok itu yang dikutip kantor berita Saba menyebut tudingan Saudi sebagai kebohongan.

Sementara itu, terkait isu dugaan pengebom bunuh diri di Masjidil Haram, otoritas Saudi kembali menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta yang mereka sampaikan secara resmi.

(Berbagaisumber/MRI)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *