RILIS INDONESIA.Com, Bandar Lampumg — Jagat maya belakangan diramaikan kemunculan lambang padi dan kapas bertuliskan ROK (Relawan Orang Kampung) dengan bintang di atasnya. Simbol itu diduga menjadi gerakan baru yang terinspirasi dari pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat menghadapi serangan lawan politik.
Menelusuri fenomena ini dan mewawancarai Sigit, relawan senior Tim 7 Jokowi yang akrab disapa Mas Sigit. Menurutnya, “Relawan Orang Kampung” merupakan respons politik Jokowi atas hujatan dan penyudutan dari kalangan pengusaha hingga elit politik.
“Relawan Orang Kampung menurut saya adalah bias politik yang dibalas oleh Bapak, yang dimaksud adalah Jokowi, setelah mendapat hujatan dan bahkan penyudutan oleh para pengusaha, elit politik yang selalu menyalahkan dan menuduh bermacam-macam,” ujar Sigit.
Ia menilai Jokowi tidak reaktif, justru merendah dan membumi. “Itulah sikap dan karakter Jokowi menghadapi lawan politik yang agresif. Beliau selalu berprinsip seperti orang Jawa: tidak grusa-grusu dan tenang menyikapi permasalahan, sekalipun hal yang menyakitinya,” lanjutnya.
Sigit menyebut filosofi “tanpo ngasorake” melekat pada Jokowi: menang tanpa merasa menang, menang tanpa menjatuhkan dan merendahkan orang lain. “Beliau balas dengan nada santai dan tertawa, ‘Saya ini bukan siapa-siapa, saya hanya orang kampung’. Itu semacam sinyal yang dilempar untuk melawan, walau tidak seagresif yang di depannya,” kata Sigit.
Dukungan dari Aktor Politik
Aktor politik sekaligus relawan Jokowi, Andi Aswan, turut menanggapi. Menurutnya, fenomena Relawan Orang Kampung muncul setelah Jokowi menyatakan “saya ini orang kampung”.
Dengan antusias, Andi memberi dukungan: “Maju terus Relawan Orang Kampung, bela kebenaran.”
Ia menilai jika ROK benar-benar hadir, ini menjadi kekuatan baru Jokowi untuk membangun basis di akar rumput yang selama ini setia berjuang bersamanya. “Ini bias balasan politik yang bergerak di bawah dengan taktik intelektual di kelas atas dalam pergerakan politik,” ujar Andi.
Fenomena ROK kini terus meluas di media sosial, memunculkan diskusi soal arah gerakan relawan pasca Jokowi tidak lagi menjabat presiden. (**)

