RILIS INDONESIA.Com – Riyadh, – Turki, Pakistan, dan Arab Saudi sepakat mengaktifkan langkah-langkah pencegahan bersama dalam pakta pertahanan ketiga negara menyusul meningkatnya serangan kelompok Houthi dari Yaman terhadap Arab Saudi.
Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan darurat para menteri pertahanan dan luar negeri ketiga negara di Riyadh, Senin (5/10/2026). Ini menjadi pertama kalinya pakta yang dikenal sebagai Mecca Alliance for Defence diaktifkan sejak ditandatangani pada 7 Agustus.
Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman mengatakan ketiga negara sepakat mengaktifkan langkah pencegahan kolektif sebagai respons terhadap serangan terhadap Arab Saudi dan tempat-tempat suci.
“Komite sepakat untuk mengaktifkan langkah-langkah pencegahan kolektif dalam kerangka aliansi, sebagai respons terhadap serangan dan semua pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut,” kata Khalid bin Salman, seperti dikutip Al Jazeera.
Ia mengatakan ketiga negara juga menegaskan kembali “solidaritas dan persatuan” dalam menghadapi serangan terhadap Arab Saudi dan tempat-tempat suci.
Dalam pernyataan bersama, ketiga negara sepakat menyediakan kekuatan dan kemampuan militer yang telah ditentukan serta memastikan pengerahan pasukan dapat dilakukan dengan cepat ke Arab Saudi.
Pakta tersebut menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu anggota akan diperlakukan sebagai serangan terhadap seluruh anggota, mirip dengan prinsip pertahanan kolektif dalam NATO.
Keputusan ini muncul ketika pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Yaman melakukan serangan balasan terhadap Houthi. Pasukan yang didukung Arab Saudi itu mengklaim telah merebut kembali pelabuhan Mocha di Laut Merah dan menguasai wilayah strategis di sekitar Selat Bab al-Mandeb.
Koalisi yang dipimpin Arab Saudi juga mengonfirmasi keterlibatannya dalam operasi tersebut dengan mengerahkan sekitar 100 jet tempur untuk memberikan dukungan udara.
Sementara itu, Houthi mengklaim telah menyerang sejumlah sasaran di Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan fasilitas Aramco di Rabigh. Namun, tidak ada konfirmasi dari pemerintah Arab Saudi terkait klaim tersebut.
Menurut laporan Al Jazeera tersebut, meningkatnya serangan Houthi dalam beberapa pekan terakhir turut mempercepat pembentukan struktur aliansi pertahanan tersebut.
Abdulaziz Alghashian, peneliti senior nonresiden Gulf International Forum, menilai aktivasi pakta itu dapat memberikan dampak besar terhadap keamanan regional.
“Serangan dan provokasi Houthi dalam beberapa pekan dan bulan terakhir benar-benar mempercepat aliansi Mecca, bahkan menginspirasinya,” kata Alghashian kepada Al Jazeera.
Ia menilai perkembangan tersebut juga menunjukkan mulai terbentuknya arsitektur keamanan regional yang lebih nyata.
“Sekarang kita mulai melihat bagaimana hal ini diwujudkan secara nyata. Ini merupakan titik penting dalam sejarah regional,” ujarnya. (*)
