RILIS INDONESIA.Com Jakarta – Dalam semangat memperingati Hari Kartini, sejumlah perempuan dari berbagai bidang termasuk komunitas koperkawinan campur, sociopreneur, desainer, pelajar, dan pelaku usaha bersatu dalam sebuah perhelatan inspiratif bertajuk “Perempuan Berkarya: Lintas Generasi dan Budaya”. Acara ini digelar pada Sabtu, 26 April 2025 pukul 10:30 WIB di Warung Turki, Jakarta.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Perkumpulan Srikandi Mixed Marriages, 3 Saudari, Rumah Belajar Miranda, Kebaya Jeng Sri, dan didukung oleh Warung Turki. Melalui kolaborasi lintas bidang dan lintas generasi ini, para perempuan menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah batas, melainkan kekuatan untuk berkarya, berdaya, dan berbagi.
Salah satu sorotan utama acara adalah peragaan busana kolaboratif kebaya dan kain nusantara, hasil kreasi Liesna Subianto (owner & desainer Kebaya Jeng Sri) yang menggandeng Nara, pelajar sekaligus ilustrator muda dari 3 Saudari. Nara menghadirkan ilustrasi tujuh karakter perempuan dari beragam budaya Indonesia, Betawi, Jawa, Bali, Sumatera Barat, Dayak, Tionghoa, dan Papua yang diterapkan dalam bentuk patchworks pada koleksi terbaru Kebaya Jeng Sri.
Kebaya-kebaya tersebut dibuat dari katun dengan motif lukisan tangan menggunakan cat akrilik, menampilkan bunga-bunga seperti mawar, lily, lotus, dan matahari, serta dipadukan dengan kain tradisional seperti Batik Cirebon, Jawa, Banten, Jambi, Makassar, dan Bali—menciptakan busana yang modern, dinamis, dan berjiwa muda.
Selain fashion show, acara juga menghadirkan sesi Inspiratif Talk yang membagikan kisah perjuangan dan kontribusi perempuan dari berbagai latar belakang dalam membangun masyarakat yang inklusif dan saling mendukung.
Sebagai bentuk nyata kepedulian sosial, sebagian hasil dari koleksi kebaya kolaboratif akan didonasikan untuk mendukung guru-guru Rumah Belajar Miranda, sebuah inisiatif pendidikan untuk anak-anak dari keluarga marginal di Jakarta.
“Ini bukan sekadar perayaan Hari Kartini, tapi perwujudan semangat Kartini masa kini perempuan yang berkarya, berkolaborasi, dan berbagi,” ujar Ani Natalia, Ketua Perkumpulan Srikandi Mixed Marriages.
Acara ini juga dimeriahkan oleh Cahaya Manthovani, sociopreneur muda dari 3 Saudari, yang mengajak generasi muda untuk melihat kreativitas sebagai bentuk tanggung jawab sosial. “Kreativitas adalah kekuatan untuk peduli. Dengan berkarya, kita bisa menginspirasi dan berkontribusi,” ungkap Cahaya dalam sesi talk show.
Sementara itu, Maya Miranda Ambarsari, pendiri Rumah Belajar Miranda, menekankan pentingnya sinergi dan solidaritas:
“Saya sangat mengapresiasi semangat kolaborasi ini. Semoga semakin banyak perempuan Indonesia yang saling menguatkan dan menghadirkan perubahan positif seperti cita-cita Ibu Kartini.”
Acara ini menjadi simbol bahwa perempuan Indonesia masa kini tak hanya mewarisi semangat Kartini, tetapi juga menghidupkannya dalam karya nyata dan solidaritas lintas batas. ( Red)

