RILIS INDONESIA.Com, Lampung – Aktivis Mintaria Gunadi menilai Indonesia tengah menghadapi tantangan berat berupa tiga krisis sekaligus, yakni krisis adab, krisis sosial, dan krisis kepercayaan publik. Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah strategis agar kondisi tidak berujung pada gejolak nasional.
Dalam pertemuan dengan Forkopimda Lampung Utara di ruang Siger Pemda, Senin (1/9/2025), Mintaria mengingatkan bahwa situasi saat ini mengingatkan pada krisis moneter 1998. Menurutnya, jika dibiarkan, potensi instabilitas politik dan sosial bisa semakin besar.
“Perilaku elit yang tidak peka terhadap rakyat menjadi gambaran nyata krisis adab. Misalnya, anggota DPR yang justru berpesta di tengah isu kenaikan tunjangan. Hal semacam ini melukai rasa keadilan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, krisis adab mendorong ketidakpuasan sosial, sementara krisis kepercayaan publik mempercepat penyebaran disinformasi yang rawan memicu konflik berkepanjangan.
Mintaria juga mengingatkan pemerintah agar tidak mengeluarkan pernyataan kontroversial yang bisa memperkeruh suasana. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka, transparan, dan menenangkan rakyat.
“Pemerintah harus hadir bukan dengan retorika, tetapi dengan sikap bijak yang menumbuhkan kembali kepercayaan rakyat. Tanpa itu, fondasi persatuan bangsa bisa rapuh,” ujarnya.(red)

