RILIS INDONESIA.Com – Pesawaran – DPW PEKAT IB Provinsi Lampung menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan di salah satu media pada 28 November 2025 adalah tidak benar. Senin (1/12/25)
Ketua DPW PEKAT IB Lampung, Novianti , S.H ., menyatakan bahwa informasi yang disebarkan merupakan hoaks dan fitnah, karena mekanisme pemberhentian Herwan Basir sebagai KETUA PEKAT INDONESIA BERSATU DPD Kabupate Pesawaran sudah diatur jelas dalam Anggaran Rumah Tangga Organisasi.

Menurut “Novianti , SH Keputusan Pembekuan dan pemberhentian Herwan Basir tercatat dalam BAB IV Pasal 5, yang merujuk pada Pasal 6 ayat (1) dan (2) huruf C dan D. Ada beberapa alasan kuat di balik pemberhentian tersebut
( 30 November 2025 )
Alasan Pemberhentian Herwan Basir :
- Tidak Patuh dan Tidak Loyal
- Herwan Basir dinilai tidak mematuhi serta tidak loyal terhadap instruksi DPP dan DPW PEKAT IB.
- Membuat Kegaduhan Internal
Pada Februari 2024, Herwan Basir disebut membuat kegaduhan di internal PEKAT IB/Indonesia Bersatu hingga dilaporkan ke Polda Lampung dengan nomor laporan STTLP/B/II/2024/SPKT/Polda Lampung
“Pada Maret 2024, Herwan Basir bahkan mengajukan permohonan damai melalui DPP,” jelas Novianti
- Tidak Pernah Berkoordinasi dengan DPW
Selama menjabat , Herwan Basir dinilai tidak pernah melakukan koordinasi dengan DPW PEKAT IB Provinsi Lampung dalam bentuk apa pun yang membawa nama Organisasi.
Novianti juga menjelaskan bahwa penunjukan Dr.” (C) Nurul Hidayah, S.H., M.H. sebagai Ketua Karteker PEKAT IB DPD Kabupaten Pesawaran telah dilakukan sesuai aturan Organisasi
Mekanisme tersebut tertuang dalam Anggaran Dasar Bab II Pasal 5–6 serta BAB IV Pasal 10
“Proses penunjukan ketua baru sudah sangat jelas dan sesuai ketentuan organisasi,” tegasnya
Dalam kesempatan tersebut, “Novianti menegaskan bahwa PEKAT IB tidak pernah mengalami dualisme kepengurusan, baik di tingkat DPP, DPW, maupun DPD
“PEKAT IB/Indonesia Bersatu adalah organisasi yang berisi orang-orang intelektual,bukan preman, Kami di DPW Provinsi Lampung terus berupaya mengubah paradigma negatif yang selama ini berkembang,” tutup Novianti.(Erifal)
EDITOR : Redaksi

