5 Menu Sahur Praktis untuk Energi Maksimal di Bulan Ramadhan Sesuai Sunah

Redaksi MRI
Oleh

RILIS INDONESIA.Com – awal Ramadhan menuntut tubuh untuk beradaptasi dengan pergeseran waktu makan dan pola tidur. Memilih asupan saat sahur pertama menjadi krusial agar energi tetap terjaga tanpa memicu rasa begah. Selain aspek kesehatan, sahur merupakan ibadah yang ditekankan dalam ajaran Islam, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 187 mengenai batas waktu makan hingga fajar serta anjuran Nabi Muhammad SAW tentang adanya keberkahan dalam aktivitas ini.

Dari kacamata medis, Prof. Hardinsyah dalam buku Ilmu Gizi Teori & Aplikasi menekankan bahwa komposisi sahur yang ideal harus mencakup karbohidrat kompleks, protein, serat, serta hidrasi yang cukup. Senada dengan itu, tokoh agama Prof. Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan fisik agar ibadah dapat berjalan optimal. Berikut adalah lima rekomendasi menu praktis yang memenuhi kriteria gizi seimbang tersebut:

  1. Nasi Goreng Telur dan Sayur: Memanfaatkan nasi sisa semalam menjadikannya opsi tercepat. Tambahan telur memberikan protein untuk rasa kenyang lebih lama, sementara sayuran seperti sawi atau wortel menyuplai serat esensial.
  1. Ayam Goreng Bumbu Sederhana dan Lalapan: Ayam sebagai protein hewani efektif menjaga stamina. Sajikan dengan lalapan segar seperti timun untuk membantu pemenuhan cairan alami tubuh.
  2. Telur Dadar Tebal Sayur: Kandungan protein berkualitas tinggi pada telur berfungsi memperlambat rasa lapar. Menu ini sangat efisien bagi mereka yang memiliki waktu terbatas di dini hari.
  3. Ayam Suwir Kecap: Mengolah kembali stok ayam menjadi suwiran tumis dapat mempercepat proses pengosongan lambung. Dalam buku Gizi Seimbang di Bulan Ramadhan, Prof. Hardinsyah menjelaskan kombinasi protein dan karbohidrat seperti ini membantu energi bertahan lebih stabi
  1. Paduan Nasi, Tempe, dan Telur: Sinergi protein nabati dari tempe dan protein hewani dari telur menciptakan rasa yang akrab di lidah sekaligus mudah dicerna oleh sistem pencernaan yang sedang beradaptasi.

Agar kondisi tubuh tetap prima, hindari konsumsi makanan yang terlalu pedas karena dapat memicu iritasi lambung dan rasa haus berlebih. Makanan yang mengandung garam tinggi juga sebaiknya dikurangi untuk mencegah dehidrasi. Selain itu, batasi makanan berminyak atau berlemak tinggi agar terhindar dari rasa begah selama beraktivitas.

Menjalankan sahur mendekati waktu imsak sesuai anjuran Rasulullah SAW tidak hanya memberikan nilai spiritual, tetapi juga memastikan cadangan energi berada pada titik maksimal sebelum memulai puasa. Persiapan yang tenang dan porsi yang tidak berlebihan menjadi kunci kenyamanan beribadah sepanjang hari.

- Advertisement -

Editor : MriNews

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *