RILIS INDONESIA.Com, Lampung – Polemik skandal Unit Pengelola Pupuk Organik ( UPPO ) yang bersumber dari kementerian ketahanan pangan melalui pengajuan pada Tahun 2016 oleh kelompok tani Sumber Barokah No REG : K.18.09.031.007.08.2019 Desa Madajaya, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran.
Nomor Surat Terdaftar : 02/KLP. SB/XI/2016. Prihal : Permohonan Program UPPO, Kepada kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran di Gedong Tataan. Melalui
Persetujuan :
1.) Ketua Gapoktan Hamim
2.) Kepala BP3K/Korluh Pertanian Kecamatan Way Khilau Waluyo SP. NIP : 195901071988011001
3.) Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Madajaya, Kecamatan Way Khilau Bpk Kusnanto
4.) Kepala Desa Pajarudin.
Dokumen Permohonan Dilengkapi :
A.) Surat keterangan Domisili kelompok Tani, Nomor : 470/-/V.09.08.11/2017 diparaf Kades Pajaruddin
B.) Surat keterangan Nomor Registrasi Struktur Organisasi Kelompok Tani Sumber Barokah
C.) Surat Pernyataan yang dibuat Ketua Kelompok Tani Sumber Barokah oleh Juhaini.
D.) Surat Pernyataan Dukungan Pembangunan UPPO oleh Kepala BP3K kordinator penyuluhan pertanian Kecamatan Way Khilau Bpk Waluyo, SP NIP : 195901071988011001. serta telah terakomudir pada 17/4/2017 silam.
Senin, 2/2/2026
Menindak lanjuti pemberitaan yang terbit pada 19/2/2026
selain berpotensi dugaan fiktip dan mengklaim bantuan menjadi milik pribadi serta terindikasi menjadi ajang bancakan.
Bendahara sekaligus seksi jasa permodalan kelompok Tani Sumber Barokah Agus Suheri mengatakan, lupa saya, terkait apa, dari mana dulu bapaknya, rumahnya dimana, sendirian aja kesininya..??
Gimana-gimana, bantuan sapi gak nyampe sih, sapi nya emang gak ada. Cuma itu aja apa namanya kandang komunal doang lah gak ada gak sapi nya, jadi kami tungguin memang kok gak ada kelanjutannya, seolah-olah sudah cuman itu-itu aja gitu, jadi kemungkinan sapi nya kami disuruh beli sendiri mungkin, atau gimana, nyatanya gak ada bantuan sapi, maksudnya kelompok tani yang membangun kandang komunal, terkait soal anggarannya saya sudah lupa, Juhaininya gak ada sih. Jadi terkait bantuan hanya sebatas itu :
sapi-sapi gak ada bantuannya, Motor roda tiga ( Mentor ) juga gak ada.
Mesin perancah rumput pun gak ada.
Terkait nominal anggaran saya lupa, sudah lama sih tandasnya.
Berbeda Keterangan Sekretaris M. Sidik Bilal sepaket mesin yang saya bilang ini loh bang, rusak sih enggak mentornya cuma gak bisa jalan bodinya sudah pada keropos, namanya gak pernah kepakai, soal mesin perancah rumput saya gak tahu kondisinya, abang informasinya dari mana…??
Kan ini kasusnya sudah lama dingin lo, abang atas perintah siapa ngembangin nya…??
Gak mungkinlah, gak ada yang nyuruh aneh, masyarakat yang mana,siapa namanya…??
Maksud saya, kasus ini sudah lama aman sih, intinya sudah tidak ada masalah lagi kedepannya, kenapa kok sekarang dibikin-bikin masalah kembali kan begitu, iya enggak, kalian mau ngejar Juhaini juga percuma, Juhaini sekarang tinggal TAI nya doang, kalau mau bicara permasalahan dimadajaya ini bukan cuma itu-itu aja lah artinya, tandasnya.
Sedangkan ketua kelompok Juhaini, berdasarkan keterangan warga diduga sudah melarikan diri entah kemanakah antah barantahnya saat ini, kirim pesan melalui Wats-Ap tidak dibalas, ditelfon sudah tidak aktif.(*)

