RILIS INDONESIA.Com~INTERNASIONAL— Presiden AS, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan tegas kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Mengutip CNN Indonesia, Selasa, 7 April 2026 pukul 07.21 WIB, Trump menyebut bahwa militer Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk melumpuhkan berbagai objek vital di Iran hanya dalam waktu sekitar empat jam setelah batas ultimatum berakhir.
Ia menegaskan, serangan dapat menyasar infrastruktur penting seperti fasilitas energi hingga jembatan strategis, dan bisa dilakukan secara cepat serta terkoordinasi apabila Iran tidak mengindahkan tuntutan dari pihak AS.
“Kami punya rencana, karena kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan di Iran akan hancur lebur pada pukul 12 tengah malam besok [7 April], di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi – terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi, maksud saya hancur total – pada pukul 12 tengah malam,” kata Trump, dikutip Al Jazeera.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui media sosial sebagai bentuk tekanan politik terhadap Iran, seiring memanasnya situasi di kawasan Timur Tengah.
Di unggahan terpisah, Trump menulis “Selasa pukul 20.00 waktu bagian Timur” atau 23.30 Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), yang kemungkinan jadi batas akhir untuk Iran dan merujuk rencana serangan AS ke negara itu.
Sementara itu, pihak Iran merespons dengan sikap tidak gentar. Mereka menilai ancaman tersebut sebatas pernyataan politik dan menegaskan kesiapan menghadapi kemungkinan terburuk.
Iran tak gentar dengan ancaman baru Trump. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei mengatakan Koprs Garda Revolusi Islam (IRGC) akan membalas setiap serangan apapun.
“Reaksi Iran akan melakukan pembalasan terkait serangan apapun. Angkatan Bersenjata kami sudah sangat jelas bahwa serangan terhadap infrastruktur kritis, kita akan membalasnya,” kata Baghaei saat wawancara dengan Al Jazeera dan dirilis Senin.
Kondisi ini semakin meningkatkan kekhawatiran internasional terhadap potensi konflik terbuka yang bisa berdampak luas, baik bagi stabilitas kawasan maupun perekonomian global.(red)

