Teheran, MRI.Com
RILIS INDONESIA.Com – Program nuklir Iran kembali menjadi perhatian setelah muncul laporan bahwa Teheran bersedia mengurangi sekaligus memindahkan sebagian uranium yang telah diperkaya ke negara ketiga sebagai respons atas proposal United States untuk mengakhiri perang.
Menurut sumber yang mengetahui proses negosiasi, Iran pada prinsipnya menyetujui usulan tersebut, namun menetapkan sejumlah syarat. Salah satunya adalah jaminan bahwa uranium yang dipindahkan harus dikembalikan jika perundingan gagal mencapai kesepakatan. Selain itu, Teheran juga menolak pembongkaran fasilitas nuklirnya.
Pemerintah Iran belum membeberkan isi tanggapan resminya. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, hanya menegaskan negaranya saat ini fokus untuk mengakhiri perang.
Seberapa besar stok uranium Iran?
Menurut International Atomic Energy Agency, Selasa (12/5/2026), Iran merupakan satu-satunya negara yang tidak memiliki senjata nuklir tetapi mampu memperkaya uranium hingga 60 persen.
Tingkat pengayaan tersebut jauh di atas batas 3,67 persen yang ditetapkan dalam perjanjian nuklir 2015. Meski belum mencapai kadar 90 persen yang umumnya dibutuhkan untuk membuat senjata nuklir, uranium dengan tingkat kemurnian 60 persen dianggap sudah sangat dekat dengan level tersebut.
Negara-negara seperti Amerika Serikat dan Israel memandang perkembangan ini sebagai ancaman serius. Pasalnya, stok uranium 60 persen secara teoritis dinilai cukup untuk menghasilkan material bagi sejumlah hulu ledak nuklir.
Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, sebelumnya menyatakan Teheran bersedia menurunkan kadar pengayaan uranium apabila seluruh sanksi ekonomi dicabut.
“Kemungkinan untuk mengurangi pengayaan uranium bergantung pada apakah semua sanksi dicabut sebagai imbalannya,” kata Eslami.
Sebelum serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik yang dikenal sebagai Perang 12 Hari, Iran diketahui masih memperkaya uranium hingga 60 persen.
Dalam berbagai laporan internasional selama beberapa tahun terakhir, tidak ada indikasi bahwa Iran meningkatkan kadar pengayaan hingga 70 atau 80 persen. Level tertinggi yang secara konsisten dilaporkan tetap berada di angka 60 persen.
Saat ini, belum ada informasi resmi terbaru mengenai jumlah pasti maupun tingkat pengayaan uranium Iran setelah perkembangan konflik terbaru.
EDITOR : MriNews

