RILIS INDONESIA.Com – Lampung – Gugurnya Brigadir Arya Supena (34) dalam bertugas saat ingin menangkap dua pelaku pencuri motor di Bandar Lampung menyisakan luka mendalam untuk keluarga. Istri korban meminta pelaku diberikan hukuman setimpal.
Jovita istri korban tak menyangka mendapatkan kabar atas gugurnya Brigadir Arya. Ia hanya bisa menangis di rumah sakit kala menyaksikan jenazah suaminya terbujur kaku di ruang forensik.
Ia berharap tim gabungan Polda Lampung berhasil menangkap para pelaku dan diberikan hukuman yang sama atas kematian Arya.
Dia (Brigadir Arya) orang baik. Tolong bapak-bapak polisi bunuh pelakunya,” katanya.
Sementara di sisi lainnya, ibunda almarhum Brigadir Arya hanya bisa menjerit-jerit histeris atas kematian putranya.
“Kamu minta apa aja mama turutin dek, ya Allah anak ku. Apa salah mu dek, secepat ini ninggalin mama,” ujarnya sambil menangis.
Pihak Polda Lampung sendiri saat ini telah membentuk tim khusus untuk menangkap para pelaku.
“Tim khusus telah dibentuk dan saat ini telah menyebar untuk memburu para pelaku,” tegas Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari.
Diketahui, Brigadir Arya Supena tewas ditembak pada kepalanya saat ingin menggagalkan aksi pencurian motor di Bandar Lampung.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (9/5/2026) pagi di toko roti yang berada di Jalan ZA Pagar Alam Kedaton Bandar Lampung.

