Gubernur Lampung Janji Tindak Lanjuti Aspirasi Buruh Pelabuhan Panjang

Mika Prathama A.Md

RILIS INDONESIA.Com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan akan menampung dan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan Forum Buruh Bongkar Muat Pelabuhan Panjang (FBBMP) terkait persoalan kesejahteraan pekerja pelabuhan.

Pernyataan tersebut disampaikan Rahmat Mirzani Djausal usai menerima 15 perwakilan buruh FBBMP di Ruang Saka Sembayan, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (19/5/2026).

“Insyaallah kita akan mencoba memfasilitasi apa yang menjadi aspirasi rekan-rekan buruh serta berbagai keluhan yang ada. Tentu akan kami tindak lanjuti,” ujar Rahmat Mirzani Djausal yang akrab disapa Kiyai Mirza.

Sebelumnya, ratusan buruh yang tergabung dalam Forum Buruh Bongkar Muat Pelabuhan Panjang menggelar aksi damai bertajuk “Curhat Dong” di depan Kantor Gubernur Lampung. Aksi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan terkait perbaikan upah, jaminan kerja, serta persoalan koperasi pekerja pelabuhan.

- Advertisement -

Dalam audiensi tersebut, para buruh menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi, mulai dari besaran upah yang dinilai tidak sebanding dengan risiko kerja hingga dugaan penyimpangan pengelolaan dana koperasi pekerja.

“Kami datang untuk memperjuangkan hak-hak buruh yang selama ini belum mendapatkan kesejahteraan yang layak,” ujar Parno, salah satu anggota FBBMP.

Aksi damai tersebut turut mendapat pendampingan dari Relawan RMD yang selama ini aktif mengawal berbagai kegiatan sosial dan aspirasi masyarakat di Lampung.

Ketua DPD Relawan RMD Provinsi Lampung, Kenedy, menegaskan pihaknya akan terus mengawal tuntutan para buruh, termasuk dugaan persoalan dana koperasi yang disebut merugikan pekerja.

“Seluruh aspirasi buruh sudah kami sampaikan kepada Pak Gubernur. Kami juga mendorong agar dugaan penggelapan dana koperasi sekitar Rp27 miliar selama tujuh tahun dapat diusut tuntas. Hak-hak buruh harus dilindungi,” katanya.

Forum Buruh Bongkar Muat Pelabuhan Panjang sendiri merupakan wadah perjuangan kolektif pekerja bongkar muat yang baru dibentuk untuk memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan kerja para buruh pelabuhan.

Audiensi antara perwakilan buruh dan Pemerintah Provinsi Lampung berlangsung terbuka dan kondusif. Pemerintah provinsi disebut akan menjadwalkan pertemuan lanjutan bersama instansi terkait dan pihak perusahaan guna mencari solusi konkret atas berbagai persoalan yang disampaikan para pekerja.(**)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *