RILIS INDONESIA.Com – Nama Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menjadi sorotan publik setelah diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT). Di balik kasus tersebut, Lalu Ahmad Zaini memiliki perjalanan karier yang panjang, mulai dari dunia usaha, perusahaan daerah, hingga akhirnya memimpin Kabupaten Lombok Barat.
Lalu Ahmad Zaini resmi dilantik sebagai Bupati Lombok Barat periode 2025–2030 pada 20 Februari 2025. Bersama Wakil Bupati Nurul Adha, ia memimpin daerah tersebut dengan visi membangun Lombok Barat yang maju, mandiri, dan berkeadilan melalui penguatan pembangunan dari tingkat desa.
Latar Belakang Pendidikan
Lalu Ahmad Zaini lahir di Praya, Kabupaten Lombok Tengah, pada 27 Juni 1970.
Pendidikan tinggi ditempuh di Universitas Islam Al-Azhar Mataram hingga meraih gelar Sarjana Sains (S.Si.). Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Universitas Gadjah Mada (UGM) dan memperoleh gelar Magister Teknik (M.T.).
Karier Sebelum Menjadi Bupati
Sebelum memasuki dunia politik, Lalu Ahmad Zaini dikenal sebagai pengusaha. Karier profesionalnya semakin menonjol setelah bergabung di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang pada 2007.
Selama hampir dua dekade berkarier, ia dipercaya menduduki berbagai posisi strategis hingga menjadi Direktur Utama PDAM Giri Menang. Pada masa kepemimpinannya, status perusahaan berubah menjadi Perseroan Terbatas Air Minum Giri Menang (PT AMGM).
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) periode 2021–2025.
Menang Pilkada Lombok Barat 2024
Setelah mengakhiri masa tugasnya di perusahaan daerah, Lalu Ahmad Zaini maju dalam Pemilihan Bupati Lombok Barat 2024.
Berpasangan dengan Nurul Adha yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pasangan LAZ-UNA memperoleh 107.340 suara atau sekitar 28,05 persen dari total suara sah.
Kemenangan tersebut mengantarkan keduanya menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat periode 2025–2030.
Visi Pembangunan
Dalam masa kampanye, pasangan LAZ-UNA mengusung visi “Sejahtera dari Desa untuk Mewujudkan Lombok Barat yang Maju, Mandiri, dan Berkeadilan.”
Salah satu program unggulannya adalah alokasi anggaran Rp1 miliar untuk setiap desa guna mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Harta Kekayaan Lalu Ahmad Zaini
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada KPK per 26 Januari 2026, total kekayaan Lalu Ahmad Zaini mencapai Rp25.567.639.655.
Komposisi kekayaannya meliputi:
Tanah dan bangunan: Rp14.592.030.000
Alat transportasi dan mesin: Rp1.280.000.000
Harta bergerak lainnya: Rp557.500.000
Kas dan setara kas: Rp9.138.109.655
Koleksi Kendaraan
Dalam laporan LHKPN, Lalu Ahmad Zaini tercatat memiliki empat kendaraan, yaitu:
Toyota Avanza 1.3 G AT tahun 2019 senilai Rp95 juta.
Honda Scoopy 110 cc tahun 2021 senilai Rp10 juta.
Toyota Alphard tahun 2023 senilai Rp900 juta.
Honda HR-V 1.5 L tahun 2024 senilai Rp275 juta.
Aset Properti
Sebagian besar kekayaan Lalu Ahmad Zaini berasal dari aset tanah dan bangunan yang tersebar di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, hingga Kota Surabaya.
Aset tersebut terdiri dari rumah tinggal, bangunan, serta lahan dengan berbagai luas yang diperoleh melalui hasil sendiri maupun hibah tanpa akta. Nilai keseluruhan aset properti yang dilaporkan mencapai lebih dari Rp14,59 miliar.
Saat ini, Lalu Ahmad Zaini tengah menjadi perhatian publik setelah KPK melakukan OTT terkait dugaan penerimaan suap yang berkaitan dengan proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Hingga kini, proses hukum masih berjalan dan KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan sebelum menetapkan status hukum mereka.
(Berbagaisumber/Ai/Ms/MRI)

