Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Kolom Abu Membubung 300 Meter

REDAKSI MRI
Oleh
2 Menit Baca

Rilis Indonesia.Com~NASIONAL— Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali mengalami peningkatan. Gunung api yang berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, tersebut kembali mengalami erupsi pada Minggu (16/8/2026) sore.

Erupsi tercatat terjadi sekitar pukul 17.06 WIB. Saat erupsi berlangsung, kolom abu vulkanik keluar dari kawah dan teramati membubung hingga sekitar 300 meter di atas puncak atau mencapai kurang lebih 457 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu yang muncul berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal. Arah pergerakan kolom abu mengikuti kondisi angin pada saat kejadian.

Erupsi tersebut bukan merupakan aktivitas pertama pada hari yang sama. Pada Minggu pagi sekitar pukul 09.12 WIB, Gunung Anak Krakatau juga dilaporkan mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 357 meter di atas permukaan laut.
Erupsi pagi tersebut tercatat pada seismograf dengan amplitudo maksimum 43 milimeter dan berlangsung sekitar 59 detik. Aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau pada periode pengamatan juga didominasi tremor menerus.

Dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, kapal wisata maupun masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau diimbau tidak mendekati kawah aktif dan menjauh dari area yang berpotensi terdampak aktivitas erupsi.

- Advertisement -

Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api aktif di Selat Sunda. Aktivitas vulkaniknya memiliki sejarah panjang, termasuk peristiwa pada 2018 yang berkaitan dengan longsoran tubuh gunung dan memicu tsunami Selat Sunda.
Berdasarkan informasi pemantauan Badan Geologi, status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Masyarakat, wisatawan, serta pihak lainnya diminta mematuhi rekomendasi dan tidak melakukan aktivitas di wilayah yang masuk radius bahaya dari kawah aktif.

Masyarakat di wilayah Lampung dan Banten diimbau tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat dipantau melalui kanal informasi resmi pemerintah.(Red)
Catatan Sumber: KumparanNEWS dan Badan Geologi Kementerian ESDM.

Total Views: 0
Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *