Trump Umumkan “Economic D-Day”, Ancam Negara yang Bantu Iran

Redaksi MRI
Oleh
1 Pengunjung
2 Menit Baca

RILIS INDONESIA.Com – Washington, – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menjatuhkan konsekuensi ekonomi berat terhadap negara mana pun yang tetap membantu Iran, setelah upaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang menemui jalan buntu.

Dilansir Al Jazeera, Kamis (20/8/2026), Trump mengumumkan operasi tekanan ekonomi baru terhadap Iran yang disebutnya sebagai operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan Washington terhadap Teheran.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump mengatakan Iran telah gagal memanfaatkan kesempatan untuk membuat kesepakatan. Ia pun mengancam Teheran dengan perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ancaman Trump tak hanya ditujukan kepada Iran. Ia memperingatkan negara lain yang masih membuka jalan bagi Teheran untuk mengakses sistem keuangan dan perdagangan internasional.

- Advertisement -

“Negara mana pun yang membiarkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara atau institusi pemerintahnya memberikan bantuan kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang luar biasa,” kata Trump, seperti dikutip Al Jazeera.

Trump juga meminta berbagai jalur yang selama ini diduga digunakan Iran untuk menghindari tekanan ekonomi AS segera dihentikan.

“Penyelundupan minyak, jalur pertukaran, transfer tunai, tempat penukaran uang, registrasi kapal, perusahaan kedok—semuanya harus dihentikan sekarang,” tegasnya.

Trump kemudian menyebut langkah tersebut sebagai Economic D-Day atau Hari-H ekonomi. Ia meminta negara-negara sekutu ikut berdiri bersama Washington dalam mengisolasi Iran.

“Kalian tahu siapa kalian. Ini akan menjadi Economic D-Day,” ujar Trump.

Pemerintahan Trump sebenarnya telah menjalankan kampanye tekanan terhadap Iran sejak April melalui Operation Economic Fury. AS juga telah menjatuhkan sanksi terhadap sektor minyak, pelayaran dan keuangan Iran, termasuk perusahaan, broker serta kapal tanker yang dituduh membantu ekspor minyak Teheran.

Meski tekanan ekonomi diperketat, Trump masih membuka kemungkinan Washington dan Teheran kembali berunding pada suatu waktu. Ia menyatakan tuntutan AS tetap berfokus pada upaya mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Media Iran meremehkan ancaman tersebut. Kantor berita semi-resmi Tasnim menyebut langkah Washington bukan perkembangan baru karena AS telah bertahun-tahun berusaha memutus hubungan ekonomi dan keuangan Iran dengan negara lain. (MriNews)

Total Views: 1
Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *