AS Perluas Embargo Ekonomi, Iran Siapkan Rencana 2 Tahun dan Ancam Tutup Selat Hormuz

Redaksi MRI
Oleh
2 Menit Baca

RILIS INDONESIA.Com –Teheran – Amerika Serikat (AS) mengumumkan perluasan embargo ekonomi untuk menekan perekonomian Iran. Washington akan menargetkan mitra dagang Iran di tengah perang Asia Barat (Timur Tengah).

Menanggapi sanksi terbaru AS ini, Menteri Ekonomi Iran Ali Madanizadeh memprediksi Washington akan kalah. Ia memastikan Teheran telah menyiapkan rencana dua tahun untuk menghadapi sanksi tersebut.

“Mereka telah melakukan semua yang mereka bisa untuk menguji tekad rakyat dan pejabat Iran, tetapi mereka gagal setiap saat. Tampaknya mereka ingin menelan kekalahan lagi,” kata Madanizade, dilansir dari detik.com.

“Kami telah lama menantikan rencana-rencana ini dan pemerintah sudah siap serta memiliki rencana dua tahun untuk menangani situasi ini,” lanjutnya.

- Advertisement -

Kepala badan keamanan tertinggi Iran juga memperingatkan negara mana pun yang setuju dengan embargo ekonomi AS, akan dianggap sebagai keputusan perang.

Pimpinan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Mohsen Rezaei, mengatakan Iran akan membalas negara yang mendukung AS.

“Jika perang ekonomi berlanjut, tidak setetes minyak pun akan diekspor, baik melalui Selat Hormuz maupun dari mana pun di Teluk Persia,” ucap Rezaei.

Iran telah menghadapi sanksi internasional selama beberapa dekade. AS hampir tidak memiliki perdagangan bilateral dengan Iran dan pengaruh ekonomi langsungnya terhadap negara tersebut sangat kecil.

Sebelum perang, dua mitra dagang terbesar Iran adalah Cina dan Uni Emirat Arab (UEA). Cina menjadi negara yang paling efektif menghadapi upaya intimidasi ekonomi pemerintahan Trump sebelumnya. Sementara itu, UEA pada pekan lalu mengumumkan penghentian sementara seluruh perdagangan, pertukaran komersial, dan transaksi keuangan dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Turki sebagai anggota NATO dan negara tetangga Iran, Irak, sama-sama memiliki banyak aktivitas bisnis dengan Iran. Rusia juga menjadi mitra dagang penting, meski tidak membutuhkan ekspor bahan bakar dari Iran.

Jerman merupakan mitra dagang terbesar Iran di Eropa, tetapi volumenya hampir tidak mencapai satu miliar euro pada 2025. Data sementara pemerintah menunjukkan volume perdagangan tersebut akan turun setengahnya ke level terendah tahun ini di tengah perang. (Detik/mri17)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *