Jasad Bayi di Antara Sampah, Tangis Tak Pernah Terdengar di Sungai Tanjung Agung

ELVIANA.A.Md.KL
2 Menit Baca

RILIS INDONESIA.Com – Bandar Lampung – Air sungai kecil yang membelah perbatasan Kelurahan Tanjung Agung dan Sawah Brebes, Kecamatan Tanjung Karang Timur, biasanya hanya membawa sampah dan daun kering. Tapi Senin, 24 Agustus 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, sungai itu membawa duka yang terlalu berat untuk ukuran sebuah kota.

Dua pelajar SD yang baru pulang sekolah terhenti di tepian. Di antara tumpukan plastik dan lumpur, tampak benda menyerupai tubuh manusia. Saat didekati, bulu kuduk mereka meremang. Itu jasad bayi laki-laki. Tubuhnya tergeletak miring, sebagian tertutup sampah. Ari-ari masih menempel. Bau busuk sudah mulai menyengat.

Tak ada tangis yang menyambut kelahirannya. Tak ada nama yang disematkan. Yang ada hanya diamnya air dan bisik warga yang mulai berdatangan setelah laporan kedua anak itu.

Petugas Polsek Tanjung Karang Timur bersama Tim Inafis Polresta Bandar Lampung segera ke lokasi. Garis polisi dipasang. Warga menonton dari jauh, sebagian menutup mulut, sebagian menggeleng tak percaya.

- Advertisement -

“Untuk penemuan mayat bayi, saat ini masih dilakukan penyelidikan,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto, Selasa (25/8/2026).

Dari pemeriksaan awal, bayi itu diperkirakan cukup bulan. Penyebab kematian belum diketahui. Dugaan pembuangan sengaja juga masih didalami. Setelah olah TKP, jasad dievakuasi ke RSUD Abdul Moeloek untuk autopsi.

Kini sungai itu kembali tenang. Tapi bagi warga Tanjung Agung, ketenangan itu terasa menyeramkan. Karena di bawah sampah dan airnya, pernah terbuang sebuah nyawa yang bahkan tak sempat menangis.(Ari)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *