RILIS INDONESIA.COM – BANDAR LAMPUNG, 24 September 2026 — Pembangunan saluran drainase di Jalan AMD Tunas Kelapa 2, RT 04 LK II, Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, mendapat respons positif dari sejumlah warga setempat. Pembangunan infrastruktur tersebut dinilai dapat menjadi salah satu upaya untuk mengatasi persoalan genangan air yang selama ini dirasakan masyarakat ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Proyek pembangunan drainase yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandar Lampung dilaksanakan oleh CV Negeri Agung di bawah pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bandar Lampung.
Bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi pekerjaan, pembangunan drainase bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan, terutama genangan air yang sebelumnya kerap terjadi di kawasan tersebut.
Salah seorang warga setempat, Deni Irawan, mengatakan bahwa pembangunan drainase telah lama dinantikan masyarakat. Menurutnya, persoalan genangan air merupakan kondisi yang dirasakan langsung oleh warga, sehingga keberadaan saluran drainase baru diharapkan dapat membantu memperlancar aliran air dan mengurangi risiko air masuk ke lingkungan permukiman.
“Alhamdulillah, kami sudah merasa bersyukur dengan adanya drainase ini. Sebelumnya tempat ini memang sering banjir — kami yang merasakannya langsung. Semoga dengan adanya pembangunan ini, rumah kami tidak lagi tergenang air.”
Deni menilai, pembangunan yang dilakukan di kawasan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat. Ia berharap pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan rencana sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan warga.
Menurutnya, selama proses pembangunan berlangsung tentu terdapat sejumlah aktivitas pekerjaan yang berpotensi memengaruhi kondisi di sekitar lokasi. Salah satunya adalah perubahan pola lalu lintas akibat adanya pekerjaan konstruksi. Namun, kondisi tersebut dinilai masih dapat dimaklumi karena merupakan bagian dari proses pembangunan.
“Kalau saya pribadi tidak merasa terganggu. Sedikit kemacetan itu wajar, namanya juga masih ada pekerjaan. Yang penting hasilnya nanti bermanfaat bagi kami semua,” ujar Deni.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sebagian warga melihat proses pembangunan secara utuh, yakni adanya konsekuensi sementara selama pekerjaan berlangsung dan manfaat yang diharapkan setelah proyek selesai.
Warga berharap pelaksanaan pembangunan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan akses masyarakat selama pekerjaan berjalan. Dengan demikian, aktivitas warga dapat tetap berlangsung sembari pekerjaan konstruksi diselesaikan sesuai jadwal.
Harapan serupa disampaikan warga lainnya, Iwan. Ia berharap keberadaan saluran drainase baru dapat membuat aliran air menjadi lebih lancar sehingga persoalan genangan yang selama ini dikhawatirkan masyarakat dapat berkurang.
“Mudah-mudahan kampung ini tidak kebanjiran lagi. Air bisa mengalir lancar. Itu harapan kami,” kata Iwan.
Bagi masyarakat di sekitar Jalan AMD Tunas Kelapa 2, keberadaan drainase memiliki arti penting karena sistem pengelolaan air yang baik merupakan salah satu faktor yang mendukung kenyamanan lingkungan permukiman. Saluran yang berfungsi dengan baik diharapkan mampu menampung dan mengalirkan air secara lebih teratur, khususnya saat terjadi hujan.
Pembangunan tersebut juga mendapat apresiasi dari warga karena dinilai menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Mereka berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya berhenti pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga diikuti dengan pemeliharaan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Warga juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung atas perhatian terhadap kondisi lingkungan mereka. Menurut warga, pembangunan di wilayah tersebut merupakan hal yang penting karena berkaitan dengan kenyamanan dan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
“Terima kasih banyak kepada Wali Kota Bandar Lampung. Pembangunannya bagus. Kami selaku masyarakat kecil sangat berterima kasih karena kampung kami, khususnya Jalan AMD ini, kini dibangun,” ujar warga.
Apresiasi tersebut menjadi bagian dari tanggapan masyarakat terhadap pembangunan drainase yang sedang berlangsung. Warga menilai, pembangunan fasilitas umum harus terus diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat lingkungan.
Di sisi lain, masyarakat juga berharap proses pengerjaan dapat dilakukan dengan memperhatikan kualitas konstruksi. Mereka menginginkan hasil pembangunan memiliki daya tahan yang baik dan mampu menjalankan fungsi sebagaimana tujuan awal pembangunan.
Kualitas pekerjaan menjadi salah satu hal penting karena saluran drainase berkaitan langsung dengan pengelolaan air di kawasan permukiman. Drainase yang dibangun dengan baik diharapkan dapat membantu mengurangi potensi genangan dan menjaga kondisi lingkungan tetap nyaman.
Respons positif dari warga tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pembangunan infrastruktur lingkungan memiliki dampak yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat. Bagi warga yang sebelumnya menghadapi persoalan genangan, hadirnya saluran drainase baru memberikan harapan terhadap kondisi lingkungan yang lebih baik.
Masyarakat pun diharapkan dapat turut menjaga fasilitas yang telah dibangun setelah pekerjaan selesai. Pemeliharaan saluran, tidak membuang sampah sembarangan, serta menjaga agar jalur aliran air tidak tertutup merupakan bagian penting agar fungsi drainase tetap berjalan.
Pembangunan infrastruktur pada akhirnya tidak hanya bergantung pada pekerjaan pemerintah dan pelaksana proyek. Peran masyarakat dalam menjaga serta memanfaatkan fasilitas secara tepat juga diperlukan agar hasil pembangunan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Sejumlah warga Jalan AMD Tunas Kelapa 2 pun menyampaikan harapan agar pembangunan tersebut dapat segera rampung dan memberikan hasil sesuai yang diharapkan. Mereka ingin persoalan genangan air yang selama ini menjadi kekhawatiran dapat diminimalkan sehingga aktivitas sehari-hari masyarakat menjadi lebih nyaman.
Dengan adanya pembangunan drainase ini, warga berharap kawasan permukiman mereka memiliki sistem aliran air yang lebih baik. Mereka juga berharap perhatian terhadap pembangunan infrastruktur lingkungan dapat terus berlanjut, tidak hanya di Jalan AMD Tunas Kelapa 2, tetapi juga di wilayah lain yang menghadapi persoalan serupa.
Bagi masyarakat setempat, pembangunan tersebut menjadi bentuk nyata hadirnya infrastruktur yang mereka butuhkan. Harapan sederhana mereka adalah agar air dapat mengalir dengan lancar, lingkungan tidak mudah tergenang, dan rumah-rumah warga terhindar dari dampak banjir.
Pemerintah dan pelaksana pekerjaan diharapkan dapat menyelesaikan pembangunan sesuai spesifikasi dan waktu yang telah ditentukan. Dengan begitu, saluran drainase tersebut dapat segera dimanfaatkan dan tujuan pembangunan untuk mendukung kenyamanan serta kebutuhan masyarakat dapat tercapai.
Di tengah proses pembangunan yang masih berjalan, warga memilih memberikan dukungan dan berharap hasil akhir pekerjaan benar-benar memberikan manfaat sebagaimana yang diharapkan. Bagi mereka, sedikit gangguan selama proses pengerjaan merupakan bagian dari konsekuensi pembangunan yang dapat dipahami selama hasil akhirnya memberikan manfaat bagi lingkungan. (Red)
