Aliansi Driver Online Lampung Siapkan Aksi 7 Oktober, Tiga Tuntutan Jadi Fokus ke Maxim

RILIS2225
Oleh
2 Menit Baca

RILIS INDONESIA.COM – Bandar Lampung – Aliansi Driver Online Lampung (ADOL) menetapkan rencana aksi pada Rabu, 7 Oktober 2026, setelah menggelar rapat koordinasi di Rumah Juang Gaspool Lampung, Minggu (27/9/2026) malam. Aksi tersebut menjadi langkah lanjutan apabila surat tuntutan yang akan dikirim kepada pihak Maxim tidak memperoleh respons atau kesepakatan.

Koordinator ADOL, Miftahul Huda, mengatakan aliansi lebih dahulu akan menempuh jalur penyampaian aspirasi secara resmi melalui surat kepada manajemen Maxim sebelum turun ke jalan.

“Kami akan menyampaikan surat resmi terlebih dahulu. Jika tidak ada respons atau kesepakatan, maka tahapan selanjutnya adalah pemberitahuan aksi hingga pelaksanaan aksi pada 7 Oktober,” ujar Miftahul Huda.

Dalam rapat tersebut, ADOL menyepakati pengiriman surat kepada Kantor Maxim pada Senin, 28 September 2026, dengan penanggung jawab A’au Sekobal. Surat itu juga ditembuskan kepada Gubernur Lampung, DPRD Provinsi Lampung, Dinas Kominfotik Lampung, Dinas Perhubungan Lampung, Polda Lampung, dan Polresta Bandar Lampung.

- Advertisement -

Apabila tidak ada tanggapan dari pihak Maxim, aliansi akan mengirimkan surat pemberitahuan aksi kepada Polresta Bandar Lampung pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Aksi yang akan dipusatkan di Tugu Adipura, Bandar Lampung, itu akan mengusung tiga tuntutan utama, yaitu:

* Menolak program Turbo.

* Menutup pendaftaran mitra baru.

* Menuntut transparansi program YPSSI.

Menurut ADOL, ketiga poin tersebut menjadi aspirasi yang disepakati dalam forum sebagai bentuk penyampaian suara para mitra pengemudi.

Rapat juga menetapkan pembagian tugas untuk mendukung pelaksanaan aksi. Miftahul Huda, Edo, Akhi Arief, Dhani PAS, dan Uda Sup ADO ditunjuk sebagai penanggung jawab aksi.

Sementara itu, koordinasi lapangan dibagi ke tiga titik kumpul, yakni Tikum Cucian Andre, Transmart, dan Polda Lama. Tim medis dipercayakan kepada URC Legend dan URC Lampung, sedangkan pengamanan, escorting, orator, dan negosiator juga telah ditetapkan untuk mendukung jalannya aksi secara terkoordinasi.

ADOL berharap penyampaian surat kepada pihak Maxim dapat membuka ruang dialog sebelum agenda aksi berlangsung pada awal Oktober mendatang.(Red)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *