Didukung Pertama oleh Panji Padang Ratu, Saburai Budaya Nusantara Banjir Dukungan Lintas Pulau

Mika Prathama A.Md
5 Menit Baca

RILIS INDONESIA.Com, BANDAR LAMPUNG – Kiprah Saburai Budaya Nusantara yang berniat menggali kebudayaan di Provinsi Lampung serta memastikan perlindungan situs dan aset Cagar Budaya di Kota Bandar Lampung kini mulai meraih dukungan lintas pulau dari berbagai daerah di Indonesia.

Dukungan pertama dari Lampung datang dari Sekretaris Jenderal Laskar Lampung Indonesia, Panji Nugraha AB atau yang akrab disapa Panji Padang Ratu.

Ia berharap komunitas yang telah berpayung hukum itu menjadi pilar utama kegiatan riset dan observasi terhadap lokasi serta benda-benda bersejarah yang telah membentuk karakter masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Lampung, dengan menggandeng arkeolog, praktisi kebudayaan, serta penulis sebagai wadah berkisah hingga dokumentasi.

“Selamat kepada Ketua Saburai Budaya Nusantara, Rudi Santoso, yang telah mendaftarkan komunitasnya ke Kementerian Hukum sehingga telah resmi dan siap menjalin komunikasi dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, guna melaksanakan program kerja riset dan observasi bagi sejarah kebudayaan dari Lampung untuk Nusantara,” ungkap Panji.

- Advertisement -

Ucapan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pribadi serta dukungan dari Laskar Lampung Indonesia terhadap Saburai Budaya Nusantara yang dalam waktu dekat, menurut Rudi, akan beraudiensi dengan Menteri Kebudayaan, Pangdam XXI/Radin Inten, Gubernur Lampung, hingga Wali Kota Metro.

“Ucapan selamat itu sekaligus dukungan pribadi dari saya dan DPP Laskar Lampung Indonesia. Dengan adanya Saburai Budaya Nusantara, semoga warisan jati luhur keagungan Indonesia terselamatkan, tercatat, terdokumentasi dengan rapi, dan menjadi wadah bagi ekonomi kreatif,” tegas Panji, salah satu tokoh yang aktif mengadvokasi persoalan masyarakat.

Dukungan dari Sumatera Selatan

Selain Panji yang menjadi tokoh pertama di Lampung yang menunjukkan atensi dan apresiasi atas pembentukan Saburai Budaya Nusantara, dukungan juga datang dari Palembang, Sumatera Selatan.

Fadjar Setia dari Pusaka Bahari, Sumatera Selatan, turut menyampaikan dukungannya kepada Rudi Santoso dan kawan-kawan dalam mengawal situs-situs yang terindikasi Cagar Budaya.

“Tabik pun, salam tuan-tuan. Dengan ini saya mengucapkan selamat dan semoga sukses selalu untuk komunitas Saburai Budaya Nusantara yang telah terbentuk. Semoga menjadi komunitas unggul dan mampu bekerja sama dengan komunitas-komunitas lainnya sehingga dapat mendukung pelestarian benda-benda sejarah budaya Nusantara,” tutur Fadjar Setia, Minggu (25/10/2026).

Dukungan dari Yogyakarta

Dari Sumatera Selatan, dukungan berlanjut ke D.I. Yogyakarta. Agung Yudianto dari Sanggar Kriya Kinatah Tosan Aji, Semartinandu, Yogyakarta, mengulurkan dukungan kepada Rudi Santoso yang telah mengumpulkan ratusan fragmen peninggalan bersejarah dari lintas dinasti maupun kerajaan di Kota Bandar Lampung.

“Salam budaya. Saya, Agung Yudianto dari Sanggar Kriya Kinatah Tosan Aji, Semartinandu, Jogja, mengucapkan selamat dan sukses untuk teman-teman komunitas Saburai Budaya Nusantara. Semoga ke depannya selalu sukses dan jaya selalu. Salam budaya, lestari budaya,” ujarnya.

Masih dari Yogyakarta, dukungan juga datang dari kalangan akademisi. Dosen Seni Universitas Gadjah Mada, Sigit Purnomo, berharap Saburai Budaya Nusantara menjadi komunitas yang turut memperkokoh budaya Nusantara serta bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya, Sigit Purnomo dari Yogyakarta, menyampaikan selamat atas terbentuknya Komunitas Saburai Budaya Nusantara. Semoga dengan terbentuknya komunitas ini semakin memperkokoh budaya yang ada di Nusantara dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya untuk masyarakat. Mantap untuk Saburai,” tegasnya.

Dukungan dari Kalimantan Barat

Setelah dari Yogyakarta, Saburai Budaya Nusantara yang menemukan artefak lintas dinasti itu kembali menerima dukungan lintas pulau dari Kalimantan.

Budayawan Kalimantan Barat, Theofilus, penggiat pecinta dan pelestari budaya, meminta Saburai Budaya Nusantara turut melestarikan identitas bangsa yang telah ada maupun yang masih tersimpan di suatu tempat.

“Saya Theofilus, mewakili teman-teman pencinta dan pelestari budaya Kalimantan, terkhusus Kalimantan Barat, dengan ini mengucapkan selamat dan sukses kepada komunitas Saburai Budaya Nusantara,” katanya.

“Semoga dengan ini, budaya-budaya yang ada di Nusantara tetap terjaga dan lestari,” pungkasnya.

Baru Sebulan Terbentuk

Aliran dukungan untuk komunitas yang belum genap satu bulan terbentuk di hadapan Notaris Fahmi Sasmita pada September 2026 lalu itu terus mengalir.

Saburai Budaya Nusantara diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi lintas daerah dalam menjaga, meneliti, dan mendokumentasikan warisan budaya bangsa, dari Lampung untuk Nusantara.(**)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *