RILIS INDONESIA.Com, Lampung utara –
Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat (Gemas) Lampung Utara menggelar aksi damai memblokir laju truk angkutan batubara yang kerap melintas di Jalan Lintas Tengah Sumatera. Aksi ini digelar di Desa Muara Aman, Kecamatan Bukit Kemuning, Lampung Utara, Jumat (25/7/2025).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan pembiaran pemerintah dan aparat penegak hukum terhadap aktivitas truk batubara yang menggunakan jalur nasional. Massa berencana melanjutkan aksi tersebut selama satu pekan penuh.
Aksi damai yang dipimpin Pirhansyah dan Syahbudin Cs ini melibatkan perwakilan warga dari sejumlah desa terdampak. Mereka menilai maraknya angkutan batubara telah menimbulkan banyak kerugian, mulai dari kerusakan jalan, kemacetan parah, hingga kecelakaan lalu lintas.
Puluhan anggota Polres Lampung Utara bersama TNI ikut mengawal aksi agar tetap berlangsung aman dan kondusif.
Dalam orasi para demonstran, Gemas mendesak pemerintah serta aparat hukum untuk segera menghentikan operasional truk batubara di jalur umum nasional.
Mintaria Gunadi, salah satu orator aksi, menyebut bahwa angkutan batubara yang datang dari Sumatera Selatan tersebut tidak memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat Lampung. Ia juga mengungkap bahwa aktivitas tersebut diduga ilegal karena tidak mengantongi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) maupun Izin Pengangkutan dan Penjualan (IPP).
“Jelas sekali baik batubara maupun truk pengangkutannya melanggar hukum. Sudah seharusnya pemerintah bertindak tegas agar tidak terus merugikan masyarakat dan negara. Setiap tahun uang negara habis untuk memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak akibat aktivitas ini,” tegas Mintaria di hadapan peserta aksi.
Pembiaran terhadap truk batubara yang melintas di jalan nasional bukan hanya soal pelanggaran aturan, tetapi juga bentuk abai negara terhadap keselamatan warganya. Jalan rusak, kemacetan, dan korban kecelakaan seakan dianggap biasa, sementara izin dan aturan hanya jadi hiasan. Aksi Gemas di Lampung Utara adalah alarm keras bahwa kesabaran masyarakat ada batasnya.(MD)

