Fenomena “Brain Rot”: Dampak Media Sosial yang Melemahkan Daya Pikir Generasi Digital

Redaksi MRI
Oleh

RILIS INDONESIA.COM – LAMPUNG UTARA – Pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan kemudahan dunia digital membawa dampak baru bagi generasi muda: fenomena “Brain Rot” atau pembusukan otak digital. Kondisi ini menggambarkan penurunan kemampuan berpikir dan fokus akibat konsumsi konten dangkal secara berlebihan, terutama dari media sosial seperti TikTok, YouTube Shorts, dan Instagram Reels. Minggu ,( 12/10/2025)

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat, pengguna internet di Indonesia mencapai 79,5 persen dari total 278 juta penduduk. Waktu penggunaan internet rata-rata mencapai 7 jam 38 menit per hari, dengan 3 jam lebih dihabiskan untuk media sosial (GWI, 2024).

Menurut dr. Lestari Purnama, M.Psi, psikolog Universitas Indonesia, kebiasaan scrolling tanpa henti membuat otak kehilangan stimulasi bermakna. “Inilah yang menyebabkan munculnya Brain Rot. Otak menjadi pasif dan mudah lelah,”

Kondisi tersebut juga berdampak pada kesehatan mental, seperti penurunan konsentrasi, gangguan tidur, hingga kecemasan dan depresi. Paparan layar berlebih, terutama di malam hari, terbukti memperburuk kualitas tidur dan memicu stres berkepanjangan.

- Advertisement -

Untuk mencegahnya, para ahli menyarankan agar masyarakat membatasi waktu layar, memilih konten yang bermanfaat, serta aktif melakukan kegiatan non-digital seperti olahraga atau berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.

“Manusia tetap membutuhkan interaksi nyata. Media sosial seharusnya alat bantu, bukan pusat kehidupan,” kata Lestari.

Mengutip pandangan John McCarthy (1956), pencetus konsep AI, teknologi semestinya diciptakan untuk membantu manusia menjadi pribadi yang berfungsi penuh, bukan melemahkan eksistensinya.

Dengan penggunaan teknologi yang bijak, masyarakat diharapkan bisa menikmati kemajuan digital tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis dan keseimbangan emosional.(tpn)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *