Arab Saudi: Haji 2026 Berjalan Aman,Meski Konflik Timur Tengah Memanas

Redaksi MRI
Oleh

RILIS INDONESIA.Com – Pemerintah Arab Saudi memastikan pelaksanaan ibadah haji 2026 tetap berlangsung aman dan sesuai rencana, meskipun situasi kawasan Timur Tengah memanas akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari lalu.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al Amudi, menegaskan bahwa kondisi keamanan di negaranya tetap terkendali.

“Kerajaan Arab Saudi Alhamdulillah sampai saat ini tetap aman,” ujar Faisal dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/3/2026), seperti dikutip Antara.

Ia memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lancar sesuai rencana pemerintah Saudi. “Semuanya akan berjalan dengan lancar,” katanya.

- Advertisement -

Sebelumnya, pada 13 Maret, Faisal juga menyampaikan bahwa tidak ada kendala berarti dalam persiapan musim haji 2026. Ia menambahkan bahwa penerbangan jamaah haji, termasuk dari Indonesia, akan tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pemerintah Arab Saudi pun mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak khawatir terhadap kondisi keamanan selama pelaksanaan ibadah haji.

Dalam kesempatan yang sama, Faisal kembali menegaskan sikap pemerintah Saudi yang mengecam serangan yang dilancarkan Iran ke sejumlah negara di kawasan. Ia menyebut tindakan tersebut menimbulkan kerugian bagi sektor sipil, korban jiwa, serta kerusakan infrastruktur.

“Kami menolak dan mengecam tindakan terang-terangan Iran yang melakukan penyerangan terhadap Arab Saudi, negara-negara Teluk, serta negara-negara Arab dan Islam sahabat,” ujarnya.

Menurut Faisal, serangan tersebut bertentangan dengan norma dan hukum internasional, serta prinsip hubungan bertetangga yang baik. Ia juga menilai tindakan tersebut berdampak pada stabilitas politik kawasan dan berpotensi memperburuk isolasi internasional Iran.

Lebih lanjut, Faisal menekankan pentingnya penghentian segera serangan sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2718 yang didukung oleh 136 negara anggota.

Ia menambahkan bahwa eskalasi konflik tidak hanya menimbulkan kerugian material dan korban jiwa, tetapi juga berdampak negatif terhadap solidaritas dan persatuan umat Islam di kawasan.

EDITOR : MriNews

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *