Warga Keluhkan Keberadaan Mesin PLN di Desa Batu Nangkop yang Dinilai Ganggu Pengguna Jalan

ST YG Suntan
Oleh

RILIS INDONESIA.COM~Lampung Utara-Sejumlah warga di Desa Batu Nangkop, Kecamatan Sungkai Tengah, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, mengeluhkan keberadaan sebuah mesin listrik yang disebut milik PLN UP3 Kotabumi. Mesin berkapasitas UGB 200 KVA tersebut dilaporkan berada di sisi jalan desa sejak Januari 2026 dan hingga kini masih berada di lokasi.

Menurut keterangan warga, posisi mesin berada dekat tikungan jalan dengan kondisi badan jalan yang relatif sempit, sehingga pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat harus lebih berhati-hati saat melintas.

Awak media yang turun langsung ke lokasi pada Senin, 11 Mei 2026, memperoleh keterangan dari salah satu warga berinisial W Ia menyampaikan bahwa keberadaan mesin tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan maupun anak-anak yang bermain di sekitar lokasi.“Mesin itu sudah cukup lama berada di pinggir jalan dekat tikungan Kami berharap segera ada penanganan karena warga khawatir bisa membahayakan pengguna jalan maupun anak-anak yang bermain di sekitar lokasi,” ujarnya.

- Advertisement -

Warga juga menyebut pernah terjadi kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi tersebut. Namun demikian, penyebab pasti kecelakaan itu belum dapat dipastikan dan informasi tersebut masih berdasarkan keterangan masyarakat sekitar.Menurut warga, hingga saat ini belum terlihat adanya proses pemindahan maupun penanganan terhadap mesin tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak PLN dapat segera meninjau kondisi di lapangan serta memberikan solusi demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.Keberadaan mesin tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat karena jalan tersebut merupakan akses lintas yang digunakan warga setiap hari.Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN UP3 Kotabumi belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.(red)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *