RILIS INDONESIA.Com – Teheran,- Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklain telah menyerang pangkalan armada kelima Amerika Serikat di Bahrain dan Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait. Serangan ini merupakan pembalasan atas serangan AS terhadap pangkalan-pangkalan Iran di pesisir dan stasiun non-militer di Hormozgan dan Mahshahr.
“Kami merespons agresi ini, Angkatan Laut dan Angkatan Udara IRGC telah menyerang 85 fasilitas militer AS utama di kedua negara tersebut, sekaligus menembak jatuh sebuah drone MQ-9,” kata perwakilan IRGC dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/7/2026).
IRGC juga mengaitkan serangan Amerika Serikat dengan prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Menurut IRGC, Washington melancarkan serangan tersebut untuk mengalihkan perhatian dunia dari prosesi pemakaman.
Sedangkan, militer AS menyebutkan serangan mereka ke Hormozgan karena serangan yang dilakukan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Komando Pusat AS atau Centcom, yang mengawasi operasional militer AS di Timur Tengah, mengumumkan bahwa pasukannya melancarkan serangan ofensif yang menargetkan sistem pertahanan udara Iran, jaringan komando dan kendali, lokasi radar pesisir, kemampuan rudal anti-kapal, serta lebih dari 60 kapal kecil milik IRGC.
“Serangan terhadap Iran untuk memberikan dampak berat atas tindakan yang menargetkan dan menyerang kapal-kapal komersial milik warga sipil tidak berdosa di jalur pelayaran internasional,” kata Centcom di media sosial X. (Ms/AFP/Detik)

