RILIS INDONESIA.Com – Teheran,– Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara terbuka menyatakan Arab Saudi tidak akan mampu membendung serangan kelompok pemberontak Houthi di Yaman.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya serangan Houthi yang didukung Iran ke wilayah Saudi dalam beberapa waktu terakhir.
“Arab Saudi pasti tidak akan mampu membendung Yaman dan Ansarullah, atau terhindar dari serangan-serangan mereka,” kata Juru Bicara IRGC Hossein Mohebi kepada Defa Press, seperti dikutip AFP, Jumat (21/8/2026).
“Seperti yang kita saksikan beberapa hari terakhir, semakin gencar Arab Saudi melancarkan serangan, semakin keras pula serangan balasan yang mereka terima,” imbuh Mohebi.
Konflik Memanas Lagi Usai Gencatan Senjata 2022Yaman kembali menjadi titik panas baru di Timur Tengah.
Konflik antara Houthi dan Saudi yang sempat mereda selama gencatan senjata sejak 2022 kembali memanas pada awal Juli.
Pemicunya adalah pendaratan pesawat Iran di Sanaa, ibu kota Yaman. Pesawat itu terpaksa mendarat darurat setelah bandara di wilayah Sanaa yang dikuasai Houthi diserang pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi.
Sejak itu, aksi saling serang antara Houthi, pasukan pemerintah Yaman, dan koalisi pimpinan Saudi kembali terjadi.
Houthi bahkan mengumumkan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Saudi dan kapal-kapal milik Riyadh di Laut Merah.
Houthi Bidik Selat Bab el-MandebYaman telah dilanda perang selama lebih dari satu dekade. Menteri Yaman kepada AFP pekan ini menyebut Houthi berencana merebut wilayah di sepanjang Selat Bab el-Mandeb, gerbang masuk Laut Merah.
Jika berhasil, langkah itu akan membuat Houthi semakin leluasa mengancam jalur pelayaran vital dunia.
Tiga sumber militer Houthi dan seorang juru bicara pasukan pemerintah Yaman juga menyebut para pemberontak berencana bergerak maju ke selatan dari wilayah yang saat ini mereka kuasai.
Ketegangan terbaru ini bermula setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu, yang membuat Yaman menjadi salah satu front baru konflik di kawasan. (Detikcom/MriNews)

