10.232 Gempa Susulan Guncang Flores, Warga Diminta Tetap Waspada

NIZAR ROMHADON
3 Menit Baca

RILIS INDONESIA.Com – Jakarta, – Gempa susulan pascagempa magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mencapai 10.232 kejadian hingga Senin (31/8/2026) pukul 05.00 WIB.

Berdasarkan pembaruan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), magnitudo terbesar dari rangkaian gempa susulan tersebut tercatat M6,2 dan terkecil M1,0.

Dari jumlah itu, sebanyak 35 gempa memiliki magnitudo di atas M5, sementara 157 kejadian dirasakan masyarakat.

“Magnitudo di atas 5: 35. Gempa susulan dirasakan: 157,” tulis BMKG dalam pembaruan data yang dikutip dari Detikcom, Senin (31/8/2026).

- Advertisement -

BMKG menyebut grafik peluruhan gempa susulan kini mulai menunjukkan pola penurunan. Aktivitas gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu.

Perkiraan tersebut sebelumnya juga disampaikan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam siaran pers BMKG pada 21 Agustus 2026.

Saat itu, ketika jumlah gempa susulan masih mencapai 4.258 kejadian, BMKG mencatat aktivitas seismik masih relatif tinggi.

“Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan,” kata Wijayanto.

BMKG menjelaskan hasil relokasi menunjukkan gempa susulan tidak tersebar secara merata, tetapi membentuk beberapa klaster. Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M7,7 di utara Nagekeo dan memanjang mengikuti arah Flores Back-arc Thrust.

Klaster lainnya muncul di bagian barat zona sumber utama atau di sebelah utara Kabupaten Manggarai. BMKG juga mencatat pusat aktivitas gempa mengalami pergeseran dari waktu ke waktu.

BMKG terus melakukan pemantauan secara real-time selama 24 jam serta menganalisis jumlah kejadian, magnitudo, distribusi sumber hingga karakteristik gempa.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak serta mewaspadai kemungkinan gempa susulan.

Diketahui, gempa utama M7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri BMKG pada pukul 07.30 WIB.

Sementara berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (30/8/2026), sebanyak 111 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan tidak ada lagi laporan tambahan korban meninggal dalam beberapa hari terakhir.

“Per hari ini dan dari beberapa hari yang lalu kami tidak memperoleh lagi laporan adanya korban meninggal baru, sehingga total yang meninggal adalah 111 orang,” ujarnya. (MRi)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *