RILIS INDONESIA.Com~LAMPUNG UTARA β Gerbong birokrasi Pemerintah Kabupaten Lampung Utara kembali bergerak. Sebanyak 16 pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II resmi dilantik dan diambil sumpah/janji jabatannya oleh Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, Kamis (3/9/2026).
Pelantikan berlangsung di Ruang Tapis Sekretariat Kabupaten Lampung Utara dan turut dihadiri Wakil Bupati Romli serta Sekretaris Daerah Lampung Utara, Intji Indriati.Pergantian tersebut menyentuh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari bidang pemerintahan, perizinan, kesehatan, pangan, lingkungan hidup, hingga penanggulangan bencana.
Sejumlah pejabat yang mendapatkan penugasan baru di antaranya Man Kodri yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan kini dipercaya memimpin Satpol PP.
Dina Prawitarini yang sebelumnya menjabat Asisten Administrasi Umum dipercaya menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Sementara Sri Mulyana bergeser menjadi Kepala Dinas Kearsipan.
Perubahan juga terjadi pada sejumlah OPD lainnya. Maya Natalia yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kesehatan kini dipercaya memimpin Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.Martahan Samosir bergeser dari Kepala Dinas Kepemudaan menjadi Inspektur Kabupaten.
Kadarsyah yang sebelumnya memimpin Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi kini menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah.
Sementara Fadly Achmad dipercaya menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Hendri menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tomy Suciadi menjadi Kepala Dinas Perikanan, serta Khairul Anwar menjadi Kepala Dinas Perindustrian.
Adapun Perdana Putra dipercaya memimpin Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Kebudayaan. Erwin Syahputra menjadi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Gunaido Uthama menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ina Sulistya menjadi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Sanny Lumi dipercaya menjadi Kepala BPBD Lampung Utara.
Hamartoni: Bukan Persoalan Suka atau Tidak Suka
Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis menegaskan, rotasi dan penempatan para pejabat tersebut merupakan bagian dari penataan birokrasi dan kebutuhan organisasi.
Menurutnya, proses mutasi dan rolling jabatan dilakukan dengan pertimbangan agar pejabat dapat ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan kebutuhan pemerintahan.
Hamartoni juga meminta pejabat yang memperoleh amanah baru segera bekerja dan menjalankan tugas dengan penuh integritas.Ia menegaskan bahwa pergantian jabatan tersebut bukan didasarkan pada persoalan suka atau tidak suka maupun kepentingan pribadi.βIni soal kebutuhan organisasi,β tegas Hamartoni.
Bupati juga menepis anggapan bahwa penempatan pejabat merupakan titipan pihak tertentu. Ia kembali menekankan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya penyegaran dan penataan struktur organisasi pemerintahan Kabupaten Lampung Utara.
Dengan adanya rotasi tersebut, Pemkab Lampung Utara berharap para pejabat yang menempati posisi baru dapat segera beradaptasi dan meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.(Red)
