RILIS INDONESIA.Com Kotabumi lampung utara – Pelayanan PLN Kotabumi kembali menjadi sorotan setelah sejumlah warga mengeluhkan buruknya penanganan terhadap persoalan kelistrikan di wilayah mereka. Salah satu permasalahan yang mencuat terjadi di Jalan Lebung Curup, Gang Semar, RT 004 RW 005, Kelurahan Rejosari, Lampung Utara, di mana kabel listrik terpasang secara paralel dari rumah ke rumah tanpa menggunakan tiang penyangga resmi.(11/06/25)
Meskipun warga telah berulang kali menyampaikan keluhan, pihak PLN dinilai lambat merespons situasi yang dianggap darurat tersebut. Instalasi kabel yang menggantung dari satu rumah ke rumah lainnya tak hanya menyalahi prosedur, tetapi juga membahayakan keselamatan warga, terlebih karena beberapa sambungan bahkan kerap mengeluarkan percikan api.
Lurah Rejosari, M. Rahadiyan Arisdatama, menyayangkan lemahnya komitmen PLN dalam mewujudkan slogan mereka, “Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik.” Menurutnya, semboyan itu seharusnya menjadi dasar pelayanan prima kepada masyarakat, bukan sekadar slogan tanpa implementasi nyata di lapangan.
“Semestinya slogan tersebut mencerminkan semangat kerja petugas PLN dalam melayani masyarakat. Namun kenyataannya, seringkali hanya sebatas teori tanpa bukti,” ujar Rahadiyan, Rabu (11/6/2025).
Ia menambahkan, warga telah mengikuti prosedur dengan mengajukan permohonan resmi penambahan tiang listrik sesuai permintaan PLN. Akan tetapi, hingga kini belum ada tindak lanjut. Janji petugas PLN untuk turun langsung ke lapangan setelah proposal masuk pun tak kunjung terealisasi.
Menurut Rahadiyan, penggunaan rumah warga sebagai jalur pengganti tiang listrik selama bertahun-tahun sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Ia menilai hal tersebut tidak hanya melanggar etika, tapi juga membahayakan penghuni rumah. “Kalau pendirian tiang saja ada aturan hukumnya, masa rumah bisa dijadikan pengganti tiang begitu saja?” tegasnya.
Ketua RT 004/005, Joni, juga menyampaikan hal serupa. Ia meminta PLN untuk segera bertindak tanpa banyak berjanji. “Kami tidak butuh janji manis, kami hanya minta pemasangan tiang listrik sesuai standar, demi keselamatan bersama,” katanya.
Sebelumnya, PLN Kotabumi memang meminta warga untuk membuat pengajuan tertulis terkait penambahan tiang listrik. Namun setelah dokumen diserahkan, tidak ada tindak lanjut ataupun kejelasan dari pihak terkait. Kondisi ini membuat warga kecewa dan merasa diabaikan.
Masyarakat Rejosari berharap agar PLN tidak lagi menunda-nunda dan segera merealisasikan pemasangan tiang listrik, demi kenyamanan dan keamanan penggunaan listrik di lingkungan mereka.(TPN)

