Sepasang Lansia Di Sidomulyo Alami Stroke dan Kebutaan, Butuh Uluran Tangan Pemkab Lamsel

Mika Prathama A.Md

RILIS INDONESIA.Com, Lampung Selatan – Sepasang suami istri lanjut usia di Dusun Banjarsari, Desa Kota Dalam, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. Sang suami, Rohman (61), menderita stroke dan hanya bisa terbaring di tempat tidur. Sementara istrinya, Khalijah (58), mengalami gangguan penglihatan yang sudah diderita selama belasan tahun.

Mereka tinggal di rumah berdinding geribik yang sederhana dan jauh dari kata layak. Pasangan ini memiliki tiga anak yang telah berkeluarga dan tinggal terpisah, meski satu anak mereka, Irwansyah, tinggal di dekat rumah—sekitar 70 meter. Setiap pagi sebelum bekerja sebagai buruh harian, Irwansyah menyempatkan diri merawat kedua orang tuanya.

“Kalau saya tidak kerja, tidak ada uang. Tapi tetap saya sempatkan untuk membersihkan dan merawat ayah,” ujar Irwansyah kepada media, Minggu (3/8/2025).

Menurutnya, sang ayah sempat dirawat di RSUD Bob Bazar Kalianda selama empat hari karena stroke. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga tidak sanggup membawanya ke rumah sakit rujukan di Bandar Lampung meski telah disarankan oleh dokter.

- Advertisement -

“Memang pakai BPJS, tapi untuk biaya menjaga dan transportasi kami tidak mampu,” jelas Irwansyah.

Khalijah, sang ibu, juga tidak bisa banyak membantu karena kondisi matanya yang rabun berat. Untuk beraktivitas di rumah, ia harus meraba-raba dinding. “Kalau ibu bisa melihat, mungkin bisa bantu rawat ayah,” kata Irwansyah lirih.

Saat ini, pasangan lansia itu hanya mengandalkan bantuan dari anak-anaknya untuk makan sehari-hari. Mereka juga tercatat sebagai penerima bantuan pangan dan BPNT senilai Rp200 ribu per bulan dari pemerintah desa. Kepala Desa Kota Dalam pun disebut aktif memberikan bantuan, termasuk saat mengantar Rohman ke rumah sakit.

Meski begitu, Irwansyah berharap adanya perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, khususnya dari Bupati Egi dan Wakil Bupati Syaiful. Menurutnya, bantuan seperti kursi roda untuk ayahnya sangat dibutuhkan agar bisa sedikit bergerak dan berjemur di luar rumah.

“Kalau bisa berjemur, itu sangat membantu penyembuhan stroke. Selama ini ayah hanya berbaring saja,” ucapnya.

Pihak keluarga berharap Pemkab Lamsel dapat hadir dan memberikan solusi, mengingat kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan dan keterbatasan akses pengobatan.
(H&W)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *