RILIS INDONESIA.Com, Lampung – Menjelang dimulainya musim proyek, Kabupaten Lampung Utara justru masih belum membuka satu pun proses lelang kegiatan. Sejumlah pelaku usaha konstruksi mengaku kebingungan karena hampir semua paket pekerjaan di organisasi perangkat daerah (OPD) dikabarkan sudah tidak tersedia.(17/08/25)
Salah satunya disampaikan oleh Yusni Permata, pimpinan CV Ratu Ibu. Ia mengaku telah berupaya menjalin komunikasi dengan berbagai OPD untuk menawarkan jasa perusahaannya. Namun, jawaban yang diterimanya selalu sama: pekerjaan telah dialokasikan.
“Padahal perusahaan saya berbadan hukum resmi dan masih aktif beroperasi di Lampung Utara. Sayangnya, tidak ada satu pun paket yang bisa diakses. Mereka menyebut semua sudah habis terbagi,” ujar Yusni, Jumat (15/8/2025).
Istilah “kue sudah terbagi” pun mencuat di kalangan kontraktor. Bagi Yusni, ungkapan itu menggambarkan kondisi pembagian proyek yang seolah-olah sudah ditentukan, meski proses lelang resmi belum dimulai.
Ia pun berharap Bupati Lampung Utara menaruh perhatian serius. “Banyak kontraktor lokal yang memiliki legalitas jelas. Jangan sampai hanya segelintir pihak yang menikmati proyek, sementara yang lain sama sekali tidak tersentuh,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bagian Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ), Ahardian Aksa, belum memberikan tanggapan.(red)

