Siswa SDN 1 Waymuli, Anggota Polisi Cilik Rajabasa, Lakukan Aksi Heroik Panjat Tiang Bendera Saat Upacara HUT ke-80 RI

Mika Prathama A.Md

RILIS INDONESIA.Com, Lampung – Suasana khidmat upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Lapangan Merpati, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Sabtu (17/8/2025), mendadak haru sekaligus membanggakan.

Raihan, murid kelas 5 SDN 1 Waymuli sekaligus anggota Regu Polisi Cilik (Pocil) Kecamatan Rajabasa, menunjukkan keberanian luar biasa. Bocah berusia 11 tahun itu dengan sigap memanjat tiang bendera ketika tali pengikat sempat terlepas di tengah prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih.

Aksi spontan penuh keberanian tersebut berhasil menyelamatkan jalannya upacara. Berkat Raihan, bendera Merah Putih akhirnya dapat berkibar dengan sempurna di langit Rajabasa.

Para peserta upacara, termasuk jajaran Forkopimcam Rajabasa dan ratusan warga yang hadir, sontak memberikan tepuk tangan meriah. Banyak yang menilai, apa yang dilakukan Raihan menjadi simbol nyata semangat kemerdekaan dan pengorbanan generasi muda.

- Advertisement -

Kepala SDN 1 Waymuli, Agus Subagyo, mengungkapkan rasa bangganya atas aksi heroik anak didiknya tersebut. “Apa yang dilakukan Raihan adalah contoh teladan bagi anak-anak seusianya. Ia menunjukkan rasa cinta tanah air dengan tindakan nyata,

saya ingin  Raihan dapat beasiswa sekolah sampe perguruan tinggi dan cita citanya di dukung pemerintah,, tadi pas ditanya ingin jadi polisi

Keluarganya termasuk kurang mampu, bapaknya kerja di Tangerang, jadi perlu perhatian ekstra untuk Raihan

Pasangan angga Rinawi dan ibu Yunita sari ini jadi sorotan di masyarakat umum khusus kabupaten lampung selatan

Camat Rajabasa, Firdaus, turut memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, apa yang dilakukan Raihan adalah bukti nyata bahwa jiwa patriotisme bisa tumbuh sejak dini. “Kami sangat bangga dengan keberanian Raihan. Aksinya bukan hanya menyelamatkan jalannya upacara, tetapi juga memberi teladan luar biasa tentang arti patriotisme. Pemerintah Kecamatan Rajabasa akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar Raihan mendapat perhatian khusus, baik dalam pendidikan maupun pengembangan bakatnya. Anak seperti ini layak mendapat dukungan penuh untuk meraih cita-citanya,” tegas Firdaus.

Selain membuat bangga sekolah dan masyarakat, kisah Raihan juga mengetuk hati banyak pihak. Bocah ini berasal dari keluarga sederhana; ayahnya, Angga Rinawi, bekerja di Tangerang, sementara ibunya, Yunita Sari, mengurus keluarga di Waymuli. Kondisi ini membuat Raihan sangat membutuhkan perhatian khusus, termasuk dukungan pendidikan.

Saat ditanya mengenai cita-citanya, Raihan dengan polos menyebut ingin menjadi seorang polisi. Masyarakat berharap aksi heroiknya ini dapat menjadi pintu bagi pemerintah maupun pihak terkait untuk memberikan beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi, agar Raihan bisa meraih impiannya.

Usai aksinya, Raihan kembali bergabung dengan rekan-rekannya di Regu Polisi Cilik untuk tampil baris-berbaris di hadapan peserta upacara. Semangat dan keteladanan bocah ini akan selalu dikenang masyarakat Rajabasa sebagai bukti bahwa jiwa patriotisme tidak mengenal usia.(HP)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *