Dari Bantuan Kaki Palsu Hingga Pendidikan, Perhatian Pemerintah Sentuh Hati Warga

Mika Prathama A.Md

RILIS INDONESIA.Com, Lampung – Perhatian Bupati Lampung Selatan terhadap persoalan sosial dinilai sangat tinggi. Bahkan sebelum menjabat, kepedulian beliau sudah besar, dan kini semakin nyata terutama bagi kelompok rentan.

Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan, Puji Sukamto, menegaskan pelayanan untuk penyandang disabilitas menjadi prioritas sesuai arahan Bupati. “Kami berkewajiban memberikan layanan langsung kepada masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas. Jangan sampai ada masyarakat kurang mampu, sulit dijangkau, atau luput dari perhatian pemerintah, tidak mendapat akses yang layak,” ujarnya.

Selain disabilitas, perhatian juga diberikan kepada anak yatim piatu. Untuk itu, Dinas Sosial membentuk lembaga sosial yang tersebar di kabupaten, kecamatan, hingga desa. “Jika ada program yang tidak tersedia di kabupaten, akan kami usulkan ke Kementerian Sosial,” tambah Puji.

Di Lampung Selatan, terdapat PPDI (Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia) dan LKSPD (Lembaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas) sebagai mitra pemerintah dalam pendampingan. “Program Bupati berfokus pada kelompok rentan: keluarga miskin ekstrem, penyandang disabilitas, lansia, dan anak yatim piatu. Dukungan juga kami terima dari pemerintah pusat agar bantuan tepat sasaran,” tegas Puji.

- Advertisement -

Perhatian itu dirasakan langsung keluarga Muhammad Rafa Alfarizi (13), warga Desa Gayam, Kecamatan Penengahan. Rafa, siswa kelas 7 di SMP Negeri 1 Tanjung Heran, Penengahan, harus menjalani amputasi kedua karena tulangnya terus memanjang seiring pertumbuhan.

“Alhamdulillah, kami mendapat perhatian khusus dari Bupati dan Dinas Sosial. Mulai dari bantuan kaki palsu, perangkat sekolah, hingga pendampingan untuk Rafa,” ungkap ayahnya, Dedi, saat ditemui usai kontrol di RS Bob Bazar.

Meski dengan keterbatasan fisik, Rafa tetap bersemangat mengejar pendidikan dan ilmu agama. “Saya tetap semangat berjuang untuk pendidikan dan agama. Walaupun punya keterbatasan, semoga kelak bisa membahagiakan orang tua saya,” ucapnya penuh harap.

Kini, dengan kaki palsu yang digunakan sehari-hari, Rafa tetap tekun bersekolah dan rajin mengaji. “Kami hanya bisa bersyukur. Semoga Rafa bisa meraih masa depan lebih baik,” tutup Dedi dengan haru.(Red)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *