Aksi Solidaritas Untuk Palestina, Ratusan Warga Lampung Suarakan Seruan Kemanusiaan

Mika Prathama A.Md

RILIS INDONESIA.Com, Lampung – Suasana kawasan Menara Siger, pintu gerbang Pulau Sumatra, pada Sabtu (23/08/2025) dipenuhi lautan massa yang membawa spanduk, bendera, dan poster seruan kemanusiaan. Sekitar 700 orang dari berbagai kabupaten di Provinsi Lampung berkumpul dalam Aksi Solidaritas untuk Palestina.

Kegiatan ini digagas oleh gerakan Sumud Nusantara, sebuah jaringan solidaritas internasional yang konsisten menyuarakan dukungan bagi rakyat Palestina. Aksi ini menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat Indonesia, khususnya warga Lampung, terhadap penderitaan bangsa Palestina akibat blokade dan agresi militer.

Wahyu, koordinator lapangan aksi, menegaskan bahwa apa yang dilakukan masyarakat Lampung bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan suara tulus rakyat Indonesia untuk Palestina.
“Sumud berarti ketangguhan, pantang menyerah dalam menghadapi penderitaan dan penindasan. Nilai itulah yang kami bawa dalam aksi hari ini. Kami ingin dunia tahu, masyarakat Indonesia tidak akan tinggal diam melihat ketidakadilan yang dialami rakyat Palestina,” ujarnya penuh semangat.

Dalam orasinya, Wahyu juga menitipkan pesan khusus kepada Presiden Republik Indonesia. Ia berharap Presiden tetap konsisten berada di garis depan memperjuangkan isu kemanusiaan di tingkat internasional.
“Kami percaya, dukungan Indonesia sangat berarti bagi rakyat Palestina. Karena itu, kami meminta agar Presiden terus bersuara lantang di forum dunia, agar perjuangan rakyat Palestina mendapat perhatian lebih besar,” tegasnya.

- Advertisement -

Aksi solidaritas ini tidak hanya diisi dengan orasi, tetapi juga doa bersama, penggalangan dana, hingga pembacaan puisi perjuangan. Massa yang hadir membawa semangat persaudaraan lintas batas, menegaskan bahwa isu Palestina adalah isu kemanusiaan yang menyatukan umat manusia di seluruh dunia.

Gerakan Sumud Nusantara sendiri tidak hanya bergerak di Indonesia. Hingga kini, jaringan tersebut telah melibatkan masyarakat dari 44 negara, mulai dari Eropa, Amerika Selatan, hingga Asia Tenggara. Mereka berkomitmen menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, baik berupa logistik, obat-obatan, maupun dukungan diplomasi internasional.(Red)


Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *